Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Bisnis Waralaba
Advertisement . Scroll to see content

Ekonomi Tumbuh, Pengusaha Masih Dihadapkan Tantangan Produktivitas dan Akses Pasar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:24 WIB
  • author Lukman Hakim
Ekonomi Tumbuh, Pengusaha Masih Dihadapkan Tantangan Produktivitas dan Akses Pasar
Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 9.0 di Surabaya. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen pada triwulan II 2026 belum otomatis menjamin setiap pengusaha mampu mengembangkan bisnisnya. 

Peningkatan kapasitas usaha, produktivitas, akses pasar, dan pemanfaatan teknologi masih menjadi tantangan yang perlu dijawab pelaku usaha.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 9.0 di Surabaya, 13–15 Oktober 2026. 

Forum yang menghimpun sekitar 500 pengurus dari 119 daerah ini mendorong penguatan bisnis dan kemitraan usaha berbasis teknologi.

Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, mengatakan pertumbuhan ekonomi perlu diikuti peningkatan kemampuan pengusaha dalam menangkap peluang pasar dan memperkuat bisnis secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi harus semakin mampu melahirkan pengusaha yang ikut tumbuh. Tantangannya bukan hanya mendapatkan modal, tetapi juga memperkuat kapasitas, produktivitas, akses pasar, teknologi, konektivitas, serta kemitraan,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).

Menurut Ferdian, perubahan teknologi, perilaku konsumen, dan pola persaingan menuntut pengusaha untuk terus beradaptasi. “Tanpa kemampuan tersebut, peluang ekonomi tidak serta-merta menjadi pertumbuhan usaha,” terangnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 tercatat mencapai 5,45 persen.

Chief Entrepreneur Development TDA 9.0, Dedy Syandera Putera, menegaskan bahwa peluang ekonomi tidak otomatis menghasilkan pertumbuhan bisnis apabila kapasitas pengusahanya tidak berkembang. 

Melalui TDA Academy, TDA mendorong peningkatan kemampuan pengusaha dalam berbagai aspek. Mulai dari manajemen, keuangan, pemasaran, kepemimpinan, sumber daya manusia, hingga pengembangan sistem bisnis dan kesiapan memperbesar skala usaha atau scale-up.

“Pendekatan ini diarahkan agar pengusaha tidak hanya mampu menjalankan kegiatan operasional sehari-hari, tetapi juga membangun bisnis yang lebih produktif dan kompetitif,” katanya.

Selain kapasitas pengusaha, pemanfaatan teknologi menjadi perhatian dalam Mukernas TDA 9.0. Digitalisasi dinilai perlu bergerak melampaui penggunaan perangkat atau platform digital, menuju peningkatan produktivitas dan perluasan pasar.

Data yang disampaikan TDA mencatat QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant hingga Juni 2026. Sebanyak 96,68 persen merchant tersebut merupakan UMKM, dengan nilai transaksi sepanjang semester I 2026 mencapai sekitar Rp1,12 kuadriliun.

Chief Marketing, Media & Technology TDA 9.0, Arif Wicaksono Pramunagoro, mengatakan meluasnya adopsi teknologi perlu diikuti kemampuan pengusaha memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja bisnis.

“Go Digital bukan tujuan akhir. Teknologi harus menghasilkan produktivitas, membuka pasar dan menciptakan peluang. Pengusaha perlu bergerak dari Go Digital menuju Go Produktif dan Go Kompetitif,” ujarnya.

TDA juga mengembangkan TDA One untuk menghubungkan pengusaha dengan kebutuhan, pengetahuan, peluang pasar, dan mitra bisnis. Teknologi diharapkan memperluas jaringan yang sebelumnya dibangun melalui interaksi langsung dan hubungan antarpengusaha.

Dengan pendekatan tersebut, digitalisasi diharapkan tidak berhenti pada kemudahan transaksi, tetapi ikut mendukung efisiensi usaha dan membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas.

Tantangan lain yang disoroti adalah keterbatasan akses terhadap pasar dan mitra strategis. Pengusaha membutuhkan koneksi dengan berbagai pihak, termasuk korporasi, pemerintah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, serta penyedia teknologi.

Ketua Pelaksana Mukernas TDA 9.0 sekaligus Chief Ecosystem Development, Ichlasul Amal Rangga Winata, mengatakan ekosistem bisnis perlu mampu mempertemukan kebutuhan pengusaha dengan peluang yang tersedia.

“Pengusaha tidak tumbuh sendirian. Ekosistem harus mampu mempertemukan kebutuhan, potensi, dan peluang. Dari pertemuan menjadi peluang, dari peluang menjadi kolaborasi dan dampak,” katanya.

Melalui Mukernas ini, TDA ingin memperkuat peran komunitas sebagai penghubung antarpengusaha sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas daerah. Pengurus daerah juga didorong menjadi penghubung yang mampu mempertemukan potensi lokal dengan jaringan bisnis yang lebih luas.

Sekretaris Jenderal TDA 9.0, Hendy Windardy, menambahkan bahwa hasil Mukernas harus diterjemahkan menjadi program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan anggota. “Strategi baru berarti ketika diterjemahkan menjadi eksekusi yang terukur dan manfaatnya dirasakan member,” ujarnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut