get app
inews
Aa Text
Read Next : BBPOM Surabaya Ungkap Temuan Produk Ilegal Rp1,31 Miliar, 97 Ribu Tablet Dimusnahkan

Jatuh Bangun Pengusaha Surabaya, Pernah Terjerat BBM Ilegal Kini Bangun Bisnis Legal

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05 WIB
header img
Tinggalkan bisnis BBM ilegal, pengusaha Surabaya bangkit demi masa depan keluarga. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Perjalanan bisnis Rachmad Arga Dumilang tidak selalu berjalan mulus. Pengusaha asal Surabaya itu pernah merintis usaha dari nol, mengalami masa sulit, hingga terjerumus dalam bisnis BBM ilegal

Pengalaman tersebut kemudian menjadi titik balik yang mendorongnya meninggalkan bisnis ilegal dan kembali membangun usaha melalui jalur resmi.

Arga, sapaan Rachmad Arga Dumilang, kini menahkodai PT Cahaya Pratama Energy, perusahaan yang bergerak sebagai pemasok sekaligus agen BBM industri di Surabaya.

Perusahaan yang berdiri sejak 2023 dan beroperasi di kawasan Surabaya Timur tersebut fokus menyalurkan solar industri non-subsidi kepada konsumen di Jawa Timur melalui jalur resmi. Saat ini, perusahaan mengklaim mampu menyalurkan sekitar 300 ribu liter BBM industri setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Jatim.

Namun, di balik perkembangan tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang dilalui Arga sebelum membangun bisnisnya saat ini.

Arga mulai mengenal bisnis minyak sekitar 2012. Saat itu, pria berusia 35 tahun tersebut mengawali karier sebagai broker minyak tanpa modal besar.

Ia kemudian bekerja dengan pihak lain sembari menyisihkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan operasional. Dari proses tersebut, Arga perlahan mengumpulkan modal hingga akhirnya mampu mendirikan perusahaan.

"Saya benar-benar mulai dari nol. Awalnya broker minyak, lalu bekerja ikut orang. Dari situ sedikit demi sedikit menyisihkan hasil untuk biaya operasional dan akhirnya bisa mengumpulkan modal untuk membuat akta pendirian perusahaan," kata Arga, Selasa (11/8/2026).

Dalam perjalanan bisnisnya, Arga mengaku sempat masuk ke bisnis BBM ilegal atau yang dikenal sebagai black market. Bisnis tersebut sempat berkembang dan mencapai titik tertentu sebelum akhirnya menghadapkan dirinya pada persoalan hukum.

Pada 2025, Arga mengaku ditangkap aparat kepolisian karena dugaan keterlibatan dalam bisnis BBM ilegal. Peristiwa tersebut juga mendapat pemberitaan sejumlah media.

Bagi Arga, kejadian itu menjadi titik terendah sekaligus momentum untuk mengevaluasi perjalanan bisnisnya.

"Saat itu semua media memberitakan. Itu menjadi titik balik bagi saya. Saya berpikir, kalau terus berada di jalur seperti ini, bagaimana masa depan keluarga dan perusahaan saya?" ujarnya.

Setelah melalui masa sulit tersebut, Arga memutuskan meninggalkan bisnis ilegal dan membangun kembali usahanya melalui jalur resmi.

Keputusan tersebut tidak mudah. Ia harus kembali membangun kepercayaan sekaligus menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri distribusi BBM.

Melalui PT Cahaya Pratama Energy, Arga kemudian menjalankan bisnis pemasokan BBM industri melalui jalur resmi. Perusahaan tersebut menyebut produk yang dipasok berasal dari ekosistem distribusi resmi Pertamina melalui PT Elnusa Petrofin.

"Memang susah. Persaingan juga ketat. Tapi saya ingin usaha ini berjalan secara benar, legal, dan bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Menurut Arga, pengalaman masa lalu membuat dirinya semakin memahami pentingnya aspek legalitas dalam menjalankan usaha. Ia juga menilai konsumen BBM industri perlu lebih teliti dalam memilih pemasok.

Arga mengatakan harga bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan ketika konsumen memilih pemasok BBM industri.

Menurutnya, konsumen perlu memperhatikan legalitas pemasok, dokumen pengiriman, asal produk, hingga identitas kendaraan pengangkut.

"Kalau resmi, konsumen harus bisa melihat identitas dan dokumen pengirimannya. Ada logo Pertamina dan identitas yang jelas. Surat jalan serta delivery order juga harus jelas," ungkapnya.

Konsumen juga dapat meminta dokumen pendukung yang menunjukkan asal dan legalitas produk kepada pemasok.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko penggunaan BBM dari sumber yang tidak jelas. Selain persoalan kualitas produk, penggunaan BBM ilegal juga dapat membawa konsekuensi administratif maupun hukum bagi perusahaan pengguna.

"Kami ingin konsumen bisa membedakan mana agen resmi dan mana yang tidak. Jangan hanya karena ditawarkan harga murah kemudian langsung membeli," tegasnya.

Arga menyadari pengalaman masa lalu tidak dapat dihapus. Namun, ia memilih menjadikannya sebagai pelajaran untuk membangun bisnis yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Ia ingin PT Cahaya Pratama Energy tidak hanya mengejar volume penjualan, tetapi juga membangun reputasi sebagai mitra usaha yang mengedepankan legalitas, ketepatan waktu, serta kepercayaan.

Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut. Istrinya, Faizah Athika, disebut terus memberikan semangat ketika Arga memutuskan meninggalkan bisnis ilegal dan memulai kembali melalui jalur resmi.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut