Tak Lagi Bergantung pada PLN, Petani Kampung Maspati Surabaya Kini Manfaatkan Solar Panel
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Keterbatasan lahan dan kebutuhan air menjadi tantangan bagi warga yang mengembangkan pertanian perkotaan di tengah padatnya permukiman Surabaya. Untuk menjawab persoalan tersebut, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menghadirkan sistem pengairan tanaman berbasis energi surya di Kampung Kawak Maspati, Kelurahan Bubutan.
Melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pompa air untuk kegiatan urban farming dapat dioperasikan menggunakan energi matahari tanpa bergantung langsung pada pasokan listrik dari jaringan PLN. Inovasi ini diharapkan membantu kelompok tani menjaga keberlangsungan penyiraman tanaman sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan kepada masyarakat.
Instalasi PLTS tersebut dipasang pada 12 Oktober 2026 melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Tidak berhenti pada pemasangan perangkat, Untag Surabaya juga memberikan pelatihan agar warga mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri.
Sebanyak 17 anggota Kelompok Tani Kawak mengikuti pelatihan pada 24 Oktober 2026. Materi yang diberikan mencakup pengoperasian perangkat, perawatan instalasi, keselamatan kerja, hingga penanganan gangguan teknis sederhana.
Ketua pelaksana program, Aris Heri Andriawan, mengatakan penerapan teknologi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam mendukung pengairan tanaman di kawasan permukiman padat.
“Pemasangan sistem pengairan berbasis tenaga surya ini merupakan upaya kami menghadirkan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap sistem ini membantu Kelompok Tani Kawak memenuhi kebutuhan penyiraman tanaman sekaligus meningkatkan pemahaman warga tentang pemanfaatan energi terbarukan,” ujar Aris dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Menurut Aris, keberhasilan penerapan teknologi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan perangkat. Kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan dan merawat peralatan juga menjadi faktor penting agar sistem dapat digunakan secara berkelanjutan.
“Melalui pelatihan dan pendampingan, kami juga ingin memastikan masyarakat mampu mengoperasikan serta merawat sistem ini secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya.
Sistem PLTS Mandiri untuk Mendukung Urban Farming
Sistem pengairan yang dipasang di Kampung Kawak Maspati menggunakan konfigurasi off-grid, yaitu pembangkit listrik mandiri yang tidak terhubung dengan jaringan PLN.
Perangkat tersebut terdiri atas panel surya, inverter low frequency berdaya 3.000 watt dengan pengendali Maximum Power Point Tracking (MPPT) terintegrasi, serta baterai bertegangan 24 volt.
Cara kerjanya dimulai ketika panel surya menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik arus searah atau direct current (DC). Energi tersebut kemudian digunakan untuk mengisi baterai sebelum dikonversi menjadi listrik arus bolak-balik atau alternating current (AC) melalui inverter.
Listrik yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk mengoperasikan pompa air guna menunjang kebutuhan penyiraman tanaman.
Keberadaan baterai memungkinkan energi yang telah tersimpan tetap dimanfaatkan ketika intensitas sinar matahari menurun, selama kapasitas daya masih mencukupi. Dengan mekanisme tersebut, kelompok tani memiliki alternatif sumber energi untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan.
Penggunaan PLTS juga memperkenalkan sistem pemanfaatan energi bersih yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat. Namun, pengoperasian pompa tetap bergantung pada ketersediaan energi, kapasitas baterai, serta kebutuhan daya perangkat yang digunakan.
Manfaatkan Lahan Terbatas di Kawasan Padat Penduduk
Kampung Kawak Maspati merupakan kawasan wisata sejarah di Surabaya yang dihuni sekitar 375 kepala keluarga atau 1.750 jiwa. Di tengah keterbatasan ruang perkotaan, urban farming menjadi salah satu upaya warga memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan bercocok tanam.
Dukungan teknologi pengairan berbasis energi surya diharapkan membantu kelompok tani menjalankan aktivitas tersebut dengan lebih mudah. Selain mendukung kebutuhan penyiraman, program ini juga memberikan kesempatan kepada warga untuk mempelajari teknologi energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan lingkungan.
Program PDB Untag Surabaya dilaksanakan oleh tim yang diketuai Aris Heri Andriawan, S.T., M.T., bersama anggota tim dan mahasiswa. Kegiatan tersebut memperoleh pendanaan melalui Hibah Perguruan Tinggi (HPT) skema PDB Tahun Anggaran 2026.
Mitra program ini adalah Kelompok Tani Kawak yang berada di lingkungan RW 005, Kelurahan Bubutan. Ketua Kelompok Tani Kawak, Diki Ernawan, S.T., yang juga menjabat sebagai Ketua RW 005, turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Tahapan program diawali dengan audiensi bersama pengurus RW 005, dilanjutkan survei lokasi, analisis kebutuhan teknis, perancangan sistem, pengadaan komponen, pemasangan, hingga pengujian perangkat.
Setelah instalasi selesai, tim Untag Surabaya memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota kelompok tani. Sistem pengairan berbasis PLTS tersebut kemudian diserahterimakan kepada kelompok tani agar dapat digunakan untuk mendukung kegiatan urban farming di lingkungan setempat.
Lurah Bubutan Harapkan Inovasi Energi Bersih Meluas
Lurah Bubutan, Eka Puji Astutie, S.Sos., mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan teknologi energi bersih di kawasan padat penduduk.
Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang pemanfaatan teknologi yang tidak hanya mendukung kegiatan pertanian warga, tetapi juga berpotensi dikembangkan untuk kebutuhan lain apabila memungkinkan secara teknis.
“Saya berterima kasih atas kolaborasi yang luar biasa dari Untag Surabaya, khususnya Teknik Elektro. Dengan adanya inovasi energi bersih di daerah padat penduduk, semoga nantinya banyak manfaat yang bisa diberikan, termasuk, jika memungkinkan, dapat memberi listrik di fasilitas umum dan gakin [keluarga miskin],” ujarnya.
Penerapan PLTS di Kampung Kawak Maspati menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan. Melalui perpaduan instalasi energi surya, pelatihan, dan pendampingan, program ini diharapkan tidak hanya membantu kegiatan penyiraman tanaman, tetapi juga memperkuat kemampuan warga dalam mengelola teknologi secara mandiri.
Editor: Arif Ardliyanto