Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jumlah Warga Miskin Jatim Capai 3,71 Juta Jiwa
Advertisement . Scroll to see content

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Tinggi, Pengangguran dan Kemiskinan Belum Teratasi

Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:33 WIB
  • author Lukman Hakim
Pertumbuhan Ekonomi Jatim Tinggi, Pengangguran dan Kemiskinan Belum Teratasi
Ilustrasi job fair. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim) yang mencapai 5,84 persen pada semester I/2026 belum sepenuhnya menjawab tantangan pemerataan kesejahteraan. 

Di tengah pertumbuhan tersebut, tingkat kemiskinan masih tercatat 9,06 persen pada Maret 2026. Kondisi ini menegaskan pentingnya memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya mendorong aktivitas bisnis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan perekonomian Jatim tumbuh 5,33 persen sepanjang 2025. Tren positif berlanjut pada 2026, dengan pertumbuhan mencapai 5,96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I dan 5,72 persen pada triwulan II.

Meski menunjukkan pertumbuhan positif, Adik menilai capaian ekonomi perlu diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Data yang dipaparkannya menunjukkan tingkat kemiskinan Jatim mencapai 9,06 persen pada Maret 2026. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka tercatat 3,42 persen pada Mei 2026.

“Pertumbuhan ekonomi tidak cukup dengan meningkatnya aktivitas bisnis dan investasi. Tapi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya, Kamis (29/10/2026).

Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah pengangguran terdidik. Lulusan perguruan tinggi dan sekolah vokasi perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha agar dapat terserap di pasar kerja.

Untuk itu, Adik menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri. Penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan perusahaan diharapkan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus mendukung daya tarik investasi di Jatim.

Selain persoalan tenaga kerja, pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi untuk kebutuhan industri juga dinilai perlu diperkuat. “Inovasi dari kampus diharapkan tidak berhenti pada penelitian akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan teknologi yang memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Rudi Purwono menilai perlunya evaluasi terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), terutama kawasan yang telah beroperasi lebih dari satu dekade. 

Evaluasi diperlukan untuk mengukur kontribusi kawasan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tambah industri.

“Kalau industri besar tumbuh, diharapkan bisa mengerek industri menengah. Ketika industri menengah naik, mereka juga bisa mengangkat industri kecil. Keterkaitan inilah yang akan meningkatkan kinerja industri secara keseluruhan,” ujarnya.

Disisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menggelar Job Fair Inklusif 2026 di Convention Hall Grand City Surabaya pada 29–30 Oktober 2026. Bursa kerja ini menyediakan lebih dari 4.807 lowongan dari 102 perusahaan, termasuk peluang kerja bagi penyandang disabilitas dan kesempatan magang.

Job fair diikuti 57 perusahaan secara offline dan 45 perusahaan secara online. Sebanyak 11 perusahaan juga membuka sekitar 166 peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Sementara itu, tersedia lowongan kerja luar negeri untuk 610 orang.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat yang sedang mencari pekerjaan maupun magang untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Kami berharap rangkaian bursa kerja tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi sekaligus memperluas kesempatan pengembangan karier,” katanya. 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut