Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Jatim Gandeng Wartawan dalam Aksi Donor Darah, 100 Kantong Terkumpul
Advertisement . Scroll to see content

Kanker Tak Patahkan Semangat, Penyintas Payudara Percaya Diri Melenggang di Catwalk

Minggu, 01 November 2026 | 14:30 WIB
  • author Hendro Djatmiko
Kanker Tak Patahkan Semangat, Penyintas Payudara Percaya Diri Melenggang di Catwalk
Kanker bukan akhir segalanya, para penyintas buktikan tetap bisa berkarya. (Foto : Hendro Djatmiko).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Langkah kaki mereka mungkin tak jauh berbeda dengan model profesional yang terbiasa melenggang di atas catwalk. 

Namun, ada cerita perjuangan panjang di balik setiap langkah perempuan-perempuan penyintas kanker payudara yang tampil dalam peragaan busana Fashion for Hope di Swiss-Belinn Manyar, Surabaya. 

Dengan balutan busana etnik modern, mereka berjalan penuh percaya diri di hadapan para tamu. Senyum yang terpancar dari wajah mereka seolah menyampaikan pesan bahwa kanker bukan alasan untuk berhenti berkarya, kehilangan kepercayaan diri, apalagi menyerah pada keadaan.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam Fashion for Hope. Bagi para penyintas, tampil di atas panggung bukan sekadar mengenakan busana indah, melainkan juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa kehidupan tetap memiliki banyak hal yang bisa diperjuangkan dan dinikmati.

Kegiatan yang mengusung tema Together for a Brighter Tomorrow ini digelar bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) sebagai bagian dari kampanye Bulan Peduli Kanker Payudara. Sekitar 200 peserta mengikuti rangkaian acara yang terdiri atas health talk, peragaan busana, dan aksi amal.

Desainer asal Surabaya, Erawardhani Krisdayanti atau yang dikenal dengan nama Era Krisna, mengatakan Fashion for Hope lahir dari keinginan untuk memberikan dukungan moral kepada para perempuan yang sedang berjuang maupun telah melewati masa pengobatan kanker payudara.

“Fashion for Hope ini menjadi penyemangat bagi penderita maupun survivor kanker payudara agar tetap semangat, energik, dan optimistis dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Era Krisna, Minggu (1/11/2026).

Menurut dia, perjuangan menghadapi kanker bukanlah perjalanan yang mudah. Selain harus menjalani berbagai tahapan pengobatan, pasien juga dapat menghadapi tekanan emosional, kelelahan, hingga perasaan sendirian.

“Biasanya orang yang menderita kanker itu merasa depresi, merasa sendirian, lelah, dan sakit. Melalui kegiatan Fashion for Hope, kita ingin bersama-sama memberikan dukungan kepada mereka,” katanya.

Untuk menyampaikan pesan tersebut, Era Krisna Fashion Gallery menghadirkan 25 koleksi busana yang merepresentasikan keberanian, semangat, dan optimisme. Sebanyak 10 koleksi dikenakan langsung oleh penyintas kanker payudara dari komunitas Reach to Recovery Surabaya (RRS) dan CAMAR Sidoarjo. Sementara 15 koleksi lainnya diperagakan model profesional.

Kehadiran para penyintas di atas catwalk memberikan warna tersendiri dalam peragaan tersebut. Mereka tampil berdampingan dengan model profesional, memperlihatkan bahwa pengalaman menghadapi penyakit tidak menghapus hak seseorang untuk tetap merasa cantik, percaya diri, dan berani menunjukkan kemampuan diri.

Lima busana yang dikenakan para penyintas bahkan dipersiapkan untuk diperkenalkan lebih luas melalui peluncuran di Jakarta. Peragaan di Surabaya menjadi kesempatan awal untuk memperkenalkan koleksi tersebut kepada publik.

Era Krisna mengaku bangga melihat keberanian para perempuan itu saat tampil di atas panggung.

“Hebatnya, ibu-ibu penyintas kanker ini tetap terlihat energik dan percaya diri saat berjalan di atas catwalk. Lima busana yang mereka kenakan ini nantinya akan diluncurkan di Jakarta. Jadi, hari ini menjadi soft launching untuk koleksi tersebut,” jelasnya.

Lima penyintas yang turut memperagakan busana tersebut yakni Arnisia (37), asal Surabaya; Indah Ratna (50), asal Bojonegoro; serta Titin Agustin (55), Ana Yuli (46), dan Fetty Rosita (59), yang berasal dari Sidoarjo.

Salah satu peserta, Arnisia, yang tergabung dalam komunitas Reach to Recovery Surabaya, mengaku bersyukur mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan tersebut. Baginya, pengalaman itu bukan hanya kesempatan mengenakan busana karya desainer, tetapi juga bentuk perhatian dan dukungan yang memberikan energi positif bagi para penyintas.

“Ini merupakan dukungan yang luar biasa bagi kami para survivor. Kami bisa terus semangat dan menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap berkarya dan tidak mudah patah semangat. Terima kasih, Ibu Era Krisna,” ungkap Arnisia.

Semangat serupa disampaikan Ana Yuli, instruktur senam asal Sidoarjo. Dia mengajak perempuan yang sedang berjuang melawan kanker payudara agar tidak kehilangan harapan dan tetap menjalani aktivitas positif sesuai kemampuan masing-masing.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut