Cetak 2 Gol dan Jadi Tembok Pertahanan, Aksi Keyvara Antar SDN Manukan Kulon Raih Juara
Sai Dong menilai MLSC dapat menjadi salah satu tolok ukur perkembangan sepak bola putri di Indonesia. Kompetisi berjenjang seperti ini dinilai penting untuk menemukan bibit atlet potensial sejak usia dini.
“Ini bukti bahwa Surabaya punya potensi besar untuk atlet sepak bola putri dan mereka akan masuk training untuk dipersiapkan lebih baik lagi. Itu harus kami syukuri,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala SDN Kalirungkut I/264, Rico Rochmad Kurniawan, mengaku bangga timnya mampu menjadi yang terbaik di kelompok umur 12 tahun. Dia menyebut perjalanan menuju final tidak mudah karena harus menghadapi sejumlah lawan tangguh sejak babak penyisihan.
“Sebenarnya lawan-lawan kami sejak babak penyisihan juga berat ya, salah satunya tim juara tahun kemarin. Saya bersyukur diberi kemenangan sampai hari ini,” jelas Rico.
Di sisi lain, Agnia Nurul Fadhila Rohman yang meraih penghargaan pencetak gol terbanyak mengaku keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan tim. Dia menyebut pertandingan final berlangsung sulit karena menghadapi penjaga gawang lawan yang tampil cukup baik.
“Pertandingan hari ini sangat sulit, kiper lawan bagus. Saya bilang sama tim untuk terus semangat dan fokus. Terima kasih karena tidak pantang menyerah di lapangan,” ungkap Agnia.
Keberhasilan SDN Manukan Kulon dan SDN Kalirungkut I/264 menjadi juara memperlihatkan besarnya potensi sepak bola putri usia dini di Surabaya. Munculnya pemain seperti Keyvara Malayeka dan Anasya Apralia juga menjadi sinyal positif bagi pembinaan pesepak bola putri di Kota Pahlawan.
Editor: Arif Ardliyanto