Produksi Garam Sumbawa Melejit, Tembus 1.700 Ton dalam Lima Bulan
SUMBAWA, iNewsSurabaya.id – Produksi garam lokal di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami peningkatan tajam. PT Sarana Lestari Makmur berhasil menghasilkan 1.700 ton garam selama periode Juni hingga Oktober 2026. Capaian tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan total produksi sepanjang 2025 yang tercatat sekitar 900 ton.
Peningkatan ini menunjukkan perkembangan aktivitas industri garam di Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Perusahaan yang bergerak di sektor industri garam tersebut mengelola kawasan tambak seluas 19 hektare dengan melibatkan puluhan tenaga kerja dari masyarakat setempat.
Administrasi sekaligus Penanggung Jawab Lapangan PT Sarana Lestari Makmur, Moh Atoillah Sohibul Hikam, mengatakan peningkatan produksi pada 2026 tidak terlepas dari aktivitas pengelolaan tambak yang berjalan selama musim produksi.
"Pada 2025, produksi garam kami sekitar 900 ton. Sementara untuk 2026, sejak Juni sampai Oktober sudah mencapai 1.700 ton," ujar Moh Atoillah.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi perkembangan tersendiri bagi kegiatan produksi garam perusahaan. Dengan luas lahan mencapai 19 hektare, aktivitas tambak melibatkan sekitar 60 pekerja yang menjalankan berbagai tahapan operasional, mulai dari pengelolaan lahan hingga proses menghasilkan garam siap dipasarkan.
Keterlibatan tenaga kerja lokal juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan tambak. Sektor produksi garam tidak hanya berkaitan dengan hasil panen, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga yang terlibat langsung dalam kegiatan operasional.
Editor: Arif Ardliyanto