Produksi Garam Sumbawa Melejit, Tembus 1.700 Ton dalam Lima Bulan
Di sisi lain, penyerapan hasil produksi menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan usaha tambak. PT Sarana Lestari Makmur menjalin kerja sama dengan PT Sumatraco Langgeng Makmur dalam pemasaran garam yang dihasilkan dari kawasan produksi di Desa Sepayung.
Dalam kolaborasi tersebut, PT Sumatraco Langgeng Makmur melakukan pembelian garam hasil produksi PT Sarana Lestari Makmur. Kerja sama ini menjadi salah satu jalur penyerapan hasil panen sekaligus menghubungkan kegiatan produksi di daerah dengan kebutuhan pasar.
Kepastian penyerapan hasil produksi diharapkan dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjaga kesinambungan aktivitas tambak. Selain itu, keberadaan mitra pembeli turut menjadi bagian dari rantai pasok industri garam lokal.
Seiring meningkatnya hasil produksi, PT Sarana Lestari Makmur mulai menyiapkan langkah pengembangan kawasan tambak. Perusahaan menargetkan perluasan lahan dari 19 hektare menjadi 30 hektare pada 2027.
Rencana tersebut diproyeksikan dapat memperbesar kapasitas produksi sekaligus mengoptimalkan potensi tambak garam di Kabupaten Sumbawa. Dengan tambahan lahan sekitar 11 hektare, perusahaan memiliki peluang meningkatkan volume produksi pada periode mendatang.
Moh Atoillah berharap rencana pengembangan tersebut dapat direalisasikan sesuai target sehingga kegiatan produksi semakin berkembang.
Peningkatan produksi dari 900 ton menjadi 1.700 ton, keterlibatan sekitar 60 pekerja, serta kerja sama penyerapan hasil panen dengan PT Sumatraco Langgeng Makmur menjadi bagian dari perkembangan industri garam di Desa Sepayung.
Ke depan, perluasan kawasan tambak diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi perusahaan, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Sumbawa.
Editor: Arif Ardliyanto