Menurut Khofifah, SDM yang berkualitas salah satunya didorong dari kebiasaan membaca dari berbagai sumber untuk memperoleh informasi dan pengetahuan.
"Kami berharap masyarakat Jawa Timur dapat memanfaatkan sebaik mungkin akses digital untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, kompetensi diri, inovasi, kreativitas, dan mendapatkan peluang ekonomi lainnya," jelasnya.
Tingkat membaca di Jatim, lanjut Khofifah berada diatas rata rata nasional.
Jika minat membaca secara nasional sebesar 59,5 persen, Jatim berada di kisaran 64,2 persen.
Meski demikian minat membaca, frekuensi membaca, durasi membaca serta banyaknya buku yang diakses tetap harus ditingkatkan.
"Kami berharap agar penguatan literasi menjadi bagian dari kebangkitan bangsa," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Arys Hilman menyatakan, buku menjadi modal utama dalam pencerdasan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
"Di era transformasi teknologi seperti sekarang ini, buku tetap menemukan relevansinya lewat pemanfaatan peluang baru secara digital. Mulai dari akuisisi naskah, pemasaran, hingga distribusi buku sampai ke tangan masyarakat," jelasnya.
Editor : Ali Masduki