Jatim Miliki 6 Suku Besar dan 7.105 Potensi Kebudayaan, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Lukman Hakim
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyebut beragamnya suku yang ada di Jatim merupakan kekayaan budaya yang bisa menjadi potensi tersendiri. Foto/Lukman

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Di Jawa Timur (Jatim) terdapat enam suku besar mulai dari Jawa, Madura, Tengger, Osing, Samin dan Bawean. Yang terbesar adalah Jawa yang terbagi dalam beberapa etnis. Antara lain, Mataraman.

Mataraman terbagi menjadi Mataraman Kulon (Pacitan, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo) dan Mataraman Wetan (Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Blitar, Madiun). Kemudian etnis Arek yang berpusat di Surabaya Raya dan Malang Raya. 

Sedangkan Suku Madura juga terbagi menjadi etnis Madura Pulau (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep), Madura Pandhalungan (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Jember). 

Selain itu, terdapat Suku Tengger yang menempati wilayah lereng Gunung Bromo, Suku Osing di Banyuwangi, Suku Samin di Kab. Bojonegoro dan Suku Bawean di Pulau Bawean. 

Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, beragamnya suku yang ada di Jatim merupakan kekayaan budaya yang bisa menjadi potensi tersendiri. 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, terdapat total 7.105 potensi kebudayaan yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota. 

Jumlah tersebut terdiri atas 134 bahasa, 598 manuskrip, 237 ritus, 645 teknologi tradisional, 631 olahraga tradisional, 1.214 tradisi lisan, 713 adat istiadat, 710 pengetahuan tradisional, 305 permainan tradisional dan 1.918 kesenian.  

"7.105 potensi kebudayaan itu bukan jumlah sedikit. Jika potensi itu bisa kita jaga bersama, bahkan dikembangkan, maka akan memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat di sekitarnya, utamanya di sektor perekonomian," kata Khofifah, Kamis (10/8/2023).

Khofifah mengajak masyarakat utamanya generasi muda ikut berperan aktif dalam upaya perlindungan dan pelestarian budaya dan  adat istiadat asli Jatim. 

"Tugas melindungi budaya warisan leluhur bukan hanya kewajiban para tokoh masyarakat adat, namun harus didukung oleh seluruh masyarakat di sekitarnya. Sehingga, ini menjadi kewajiban kita bersama," tandasnya. 

Editor : Ali Masduki

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network