Edward menegaskan, perusahaan akan terus berkontribusi dalam menebarkan kebaikan yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Kegiatan penanaman bibit mangrove ini adalah untuk investasi kehidupan di masa depan.
“Semoga dengan langkah kecil ini ikut berkontribusi dalam menciptakan udara yang lebih bersih di Surabaya," ujarnya.
General Manager Public Business Relation PT Suparma Tbk, Wahyu Kristiawan menambahkan, kegiatan yang dilakukan bukan hanya sekadar penanaman, tetapi juga simbol harapan akan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Kawasan Mangrove Wonorejo dipilih karena memiliki nilai ekologis dan edukatif yang tinggi, serta menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna khas pesisir.
"Mangrove dikenal mampu menyerap karbon hingga empat kali lebih banyak dibandingkan hutan tropis daratan,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, upaya restorasi mangrove ini diharapkan berkontribusi signifikan dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan emisi karbon secara alami dan berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini akan dilakukan secara bertahap, makanya kami juga mengajak masyarakat untuk ikut merawat dan menjaga keberlangsungan mangrove," paparnya.
Ketua Ekowisata Mangrove Wonorejo, Djoko Suwondo menyambut baik aksi yang dilakukan PT Suparma Tbk dalam menjaga ekosistem lingkungan. Penanaman pohon mangrove ini akan mampu mencegah terjadinya abrasi dan sebagai tempat habitat berkembang biak berbagai jenis flora dan fauna.
"Semoga upaya ini bisa menginspirasi semua pihak dan masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan khususnya kawasan pesisir," ujarnya.
Editor : Ali Masduki
Artikel Terkait
