DPRD Surabaya Dorong Evaluasi Rutin Satgas Kampung Pancasila, Tak Ingin Sekadar Seremoni

Trisna Eka Adhitya
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi. Foto iNewsSurabaya/trisna

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – DPRD Kota Surabaya mendukung penuh pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila oleh Pemerintah Kota Surabaya. Meski demikian, DPRD menegaskan perlunya evaluasi rutin dan pengawasan ketat agar inisiatif ini tidak berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial belaka.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, menyampaikan bahwa program tersebut harus memberikan dampak nyata di tengah masyarakat. Ia menyebut pembentukan Satgas Kampung Pancasila harus diikuti dengan implementasi yang konkret di lapangan.

“Kami mendukung penuh konsep Satgas Kampung Pancasila karena ini bisa memperkuat semangat kolaborasi di tengah masyarakat. Tapi jangan sampai ini hanya sekadar formalitas tanpa tindak lanjut,” kata Kahfi dalam keterangannya, Rabu (9/7/2025).

Satgas Kampung Pancasila dibentuk melalui Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 100.3.3.3/142/436.1.2/2025, mencakup struktur dari tingkat kota hingga RW. Ketua RW menjadi pelaksana di level terbawah, dengan dukungan koordinasi dari perangkat daerah terkait.

Namun Kahfi menekankan, keaktifan empat Kelompok Kerja (Pokja) di tingkat RW—yakni Pokja Lingkungan, Kemasyarakatan, Ekonomi, dan Sosial Budaya—menjadi indikator penting keberhasilan program ini.

“Kita harus bisa mengukur keberhasilan, misalnya berapa bank sampah yang aktif, bukan hanya namanya terpasang. Untuk Pokja Ekonomi, siapa saja UMKM yang sudah dibina dan mendapat manfaat?” ujar politisi Partai Gerindra itu.

Menurut Kahfi, pelatihan bagi Ketua RW dan pengurus Satgas mutlak diperlukan. Tidak hanya untuk pelaporan, tapi juga untuk membangun koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

“Ketua RW itu bukan superman. Perlu dukungan dari semua pihak. Jangan sampai mereka bekerja sendiri tanpa sinergi dari struktur pemerintahan di atasnya,” imbuh mantan aktivis HMI ini.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Satgas Kampung Pancasila dapat menjadi wadah membangun nilai-nilai gotong royong, memperkuat kohesi sosial, hingga menekan potensi konflik warga jika dijalankan secara maksimal.

Kahfi menyebutkan, jika dimanfaatkan secara optimal, Satgas Kampung Pancasila bisa menjadi alat pemecah berbagai persoalan di tingkat akar rumput, mulai dari persoalan lingkungan, kemiskinan, hingga kenakalan remaja.

“Fokus kita harus pada aksi nyata, bukan hanya dokumentasi kegiatan. Ini soal membangun dampak sosial yang konkret di tengah warga,” pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network