SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Inovasi baru hadir di dunia transportasi online. Surabaya kini punya aplikasi ojol buatan sendiri, bernama ACI (Aku Cinta Indonesia). Tak hanya hadir sebagai alternatif transportasi digital, ACI membawa semangat perubahan: mendukung UMKM, menyejahterakan driver, dan memberi harga terjangkau bagi konsumen.
Resmi diluncurkan dan dikenalkan ke publik Kota Pahlawan, ACI membawa angin segar dengan program unggulan yang menyasar sektor kuliner lokal. Program ini memungkinkan pelaku usaha makanan di Jawa Timur, mulai dari warung kaki lima hingga resto rumahan, berjualan tanpa potongan komisi dan tanpa biaya promosi.
“Kalau UMKM tidak dipotong komisi, mereka bisa jual lebih murah. Kalau harga lebih murah, masyarakat makin tertarik. Dan kalau orderan makin ramai, driver lokal juga makin sejahtera,” jelas Ganesha, GM Operasional ACI, saat ditemui Selasa (22/7/2025).
Dengan sistem ini, pemilik usaha bisa menikmati keuntungan 100% dari hasil penjualan, tanpa biaya tambahan apa pun. Efeknya, mereka bisa menjual makanan dengan harga lebih bersahabat dibandingkan aplikasi besar lainnya yang memotong komisi hingga 20-30%.
Dampak positif dari program ini langsung terasa di lapangan. Salah satunya dirasakan Hilda Susanti, pemilik warung makan di kawasan Rungkut, Surabaya.
“Baru daftar beberapa hari tapi langsung rame. Harga bisa murah karena nggak ada potongan, pelanggan jadi suka. Saya juga nggak keluar uang buat iklan, semuanya dibantu ACI,” ujarnya.
Sementara itu, Yanto, salah satu driver ACI, mengaku orderannya meningkat drastis sejak banyak mitra kuliner bergabung.
“Orderan saya makin sering sejak banyak makanan masuk di ACI. Saya antar makanan terus tiap hari. Lumayan banget buat nambah penghasilan,” katanya.
ACI juga menawarkan fasilitas promosi digital secara gratis kepada mitra kuliner. Mulai dari penempatan prioritas di aplikasi hingga promosi lewat media sosial dan komunitas lokal — semua dilakukan tanpa biaya, tanpa syarat rumit.
Langkah ini menjadi bentuk nyata ACI untuk membangun ekosistem yang adil dan inklusif, di mana UMKM bisa berkembang, masyarakat mendapat harga terbaik, dan driver merasakan dampak ekonomi langsung.
Di tengah dominasi platform besar, kehadiran ACI sebagai transportasi online lokal dari Surabaya menghadirkan harapan baru. Dengan semangat kebersamaan dan prinsip ekonomi kerakyatan, ACI tak hanya menjadi alat transportasi, tapi juga jembatan untuk pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Kami ingin ACI jadi rumah bersama bagi pelaku usaha lokal. Saat mereka tumbuh, kita semua ikut maju,” tutup Ganesha.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
