Setiap klaster dibimbing oleh tim komunitas lokal untuk memaksimalkan fitur digital, mulai dari pemanfaatan QRIS yang mendukung pencairan dana harian dalam beberapa sesi, hingga fitur mass transfer untuk mempermudah pembayaran ke berbagai pihak seperti karyawan atau pemasok.
Selain itu, pelaku usaha dapat membuat hingga lima dompet digital terpisah dalam satu aplikasi untuk kebutuhan bisnis berbeda, termasuk memantau mutasi transaksi secara real-time. Hal ini mendukung transparansi serta pengambilan keputusan berbasis data.
Saat ini, layanan QRIS untuk pelaku usaha telah aktif di 23 kota dengan lebih dari 9.000 merchant yang mengadopsinya. Penerapan teknologi ini dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi digital di sektor UMKM.
Program pemberdayaan ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, agar UMKM di Indonesia dapat bertahan dan bersaing di tengah perubahan ekonomi digital yang terus berkembang.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
