Peserta MJC dibekali keterampilan mulai dari bahasa pemrograman, pengembangan aplikasi web/mobile, hingga bidang teknologi informasi lainnya. Selain itu, pelatihan juga menanamkan jiwa inovasi dan kewirausahaan, sehingga lulusan tidak hanya siap bekerja tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha.
“Kami ingin membentuk ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, terstandar, dan kompetitif. Peserta didorong untuk berinovasi, menciptakan solusi digital, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Endang.
Dalam pelatihan reguler MJC angkatan kedua ini, materi yang diajarkan meliputi: Desain Web, Desain Grafis, Motion Graphic, Animasi, Fotografi dan Videografi
Masing-masing kelas diikuti 15 peserta, baik siswa maupun guru produktif. Seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai pengakuan resmi atas keterampilan yang dimiliki.
Program pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK/SMA di Jawa Timur. Dengan adanya sertifikasi, lulusan memiliki nilai tambah saat melamar pekerjaan maupun merintis usaha.
“Sertifikasi ini bukan hanya dokumen formal, tetapi bukti nyata kemampuan peserta. Harapan kami, program ini bisa terus berlanjut sehingga seluruh siswa vokasi di Jawa Timur memiliki pengakuan resmi atas skill mereka,” pungkas Endang.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
