Wali Kota Surabaya Langsung Ajak Ngopi
Terpilihnya Akmarawita mendapat respons hangat dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang hadir dalam acara tersebut. Ia mengajak sang ketua baru untuk berdiskusi santai sambil ngopi membahas masa depan kota.
“Untuk lebih dekat, nanti saya ajak ngopi bareng,” ucap Eri yang memuji kontribusi Golkar terhadap program-program Pemkot Surabaya.
Wakil Ketua Umum DPP Golkar sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Dr. Ir. H. Adies Kadir, SH, MHum, yang membuka Musda, memberikan pesan penting bagi adiknya dan jajaran pengurus baru.
“Surabaya berpotensi besar menambah dapil. Minimal satu kursi di tiap dapil harus kita raih, dan kursi pimpinan DPRD harus tetap kita pegang,” tegasnya.
Adies menekankan bahwa kemenangan politik tidak hanya soal strategi, tapi juga kedekatan dengan rakyat. “Turun, dengarkan, bantu, hadir. Itu cara Golkar menang,” tambahnya.
Bagi Adies, Musda XI Golkar Surabaya memiliki nilai emosional tersendiri. Ia memulai karier politiknya di kota ini pada tahun 2000 sebagai bendahara partai di tingkat kecamatan, lalu menjabat Ketua DPD Golkar Surabaya (2009–2015).
Estafet Kepemimpinan dan Harapan Baru
Musda kali ini dihadiri tiga generasi Ketua Golkar Surabaya: Adies Kadir (2010–2015), H. Blegur Prijanggono (2015–2020), dan H. Arif Fathoni (2020–2025). Arif berharap Akmarawita mampu menyempurnakan capaian sebelumnya, apalagi jumlah kursi DPRD Surabaya berpotensi bertambah menjadi 55.
“Pecahnya dapil adalah peluang politik. Golkar harus jadi yang paling siap menyambutnya,” ujar Arif.
Adies pun menutup sambutan dengan semangat optimisme. “Dengan kebersamaan, kita akan terus bergerak, bekerja, dan berkarya demi Surabaya yang lebih maju dan sejahtera. Mari jaga persatuan dan wujudkan karya nyata untuk rakyat,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
