Ketua IndoCEISS Jawa Timur, Djuniharto, SE., S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kerja sama ini lahir dari inisiatif para dosen ITATS yang tergabung dalam organisasi tersebut.
“Bimtek ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kualitas dosen, tetapi juga pada lulusan yang siap diterima industri. ITATS bisa menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Jawa Timur,” ujarnya.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) menunjukkan komitmennya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Instrumen LAM Infokom 2.0 bekerja sama dengan IndoCEISS Jawa Timur. Foto iNewsSurabaya/arif
Sementara itu, Ketua Panitia Bimtek, Dr. Rinci Kembang Hapsari, S.Si., M.Kom., menyebutkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan dari sisi peningkatan mutu akademik, tetapi juga berpotensi mendongkrak akreditasi kampus.
“Dengan kerja sama seperti ini, ITATS bisa terus berinovasi. Kami optimistis ITATS semakin diperhitungkan sebagai kampus unggulan di Jawa Timur,” jelasnya.
Selama beberapa tahun terakhir, ITATS dikenal aktif melakukan berbagai terobosan untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi. Sejumlah program pengembangan dosen, peningkatan fasilitas pembelajaran, hingga kerja sama dengan industri terus digencarkan.
Dengan adanya Bimtek Instrumen LAM Infokom 2.0, ITATS menegaskan diri sebagai perguruan tinggi yang serius membangun reputasi akademik, menghasilkan lulusan berdaya saing, dan memperkuat posisinya di dunia pendidikan tinggi Jawa Timur.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
