Sebelum pecah ricuh, massa awalnya berkumpul di Taman Apsari, lalu bergerak menuju gerbang utama Grahadi. Dengan pakaian serba hitam, sebagian mengenakan jaket ojek online (ojol), mereka langsung memblokade Jalan Gubernur Suryo sambil meneriakkan tuntutan. Tidak lama kemudian, lemparan batu ke arah pagar gedung mulai terjadi.
Aparat yang sudah berjaga di depan pintu gerbang dengan tameng dan kendaraan taktis berulang kali mengingatkan massa untuk tidak anarkis.
“Jangan lempar-lempar!” teriak seorang polisi melalui pengeras suara.
Hingga malam, sebagian ruas jalan sudah dibuka kembali. Namun, akses menuju Grahadi masih dijaga ketat karena situasi dinilai belum sepenuhnya kondusif.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
