Secara fundamental, harga saham DADA saat ini masih dinilai undervalued. Meski sudah melonjak lebih dari empat kali lipat, posisinya tetap di bawah nilai buku. Jika rencana konsolidasi laporan keuangan induk berjalan mulus, valuasi DADA diproyeksikan meningkat signifikan.
Sejumlah pelaku pasar optimistis bahwa target harga Rp14.000 per lembar bukan sekadar wacana. Optimisme ini diperkuat oleh tren akumulasi besar-besaran oleh investor dengan keyakinan kuat terhadap prospek jangka panjang emiten tersebut.
Pasar modal Indonesia sebelumnya pernah mencatat kisah sukses backdoor listing, seperti yang dialami PANI dan KARW. Keduanya menunjukkan bahwa strategi ini bisa mengantarkan emiten naik kelas dan memberikan keuntungan besar bagi pemegang saham.
Jika skenario serupa terjadi pada DADA, maka emiten ini berpotensi menjadi salah satu saham multibagger paling menjanjikan di BEI.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
