Menurut Arifatul, Presiden memiliki komitmen kuat agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam akses pendidikan, kesehatan, maupun pemenuhan gizi. Hal ini menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pihaknya mendorong penerapan disiplin positif atau disiplin tanpa kekerasan sebagai metode pendidikan utama. Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi pola pengasuhan di lingkungan sekolah. Mulai dari kepala sekolah, wali asuh, hingga petugas keamanan dan dapur, harus memiliki kesepahaman dalam memberikan pola asuh yang konsisten.
"Semua unsur di Sekolah Rakyat harus satu suara agar anak-anak mendapatkan lingkungan yang positif,” terangnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
