Sementara itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi, mengajak mahasiswa merefleksikan kembali sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, semangat perjuangan kini harus diwujudkan melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Generasi muda hari ini tidak lagi mengangkat senjata, tetapi menjaga agar Pancasila tetap hidup dalam sikap, perilaku, dan kebijakan di berbagai lini kehidupan,” ujarnya.
Apresiasi atas konsistensi Untag Surabaya juga disampaikan Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga BPIP, Prakoso. Dia menyebut Untag Surabaya sebagai kampus yang memiliki rekam jejak kuat dalam menanamkan nilai nasionalisme.
“Peran Untag Surabaya sebagai ketua dan anggota Perguruan Tinggi Nasionalis Indonesia (Pertinasia) menunjukkan komitmen nyata dalam pembinaan ideologi Pancasila,” katanya.
Penguatan nilai kemanusiaan menjadi sorotan Guru Besar Untag Surabaya, Teguh Priyo Sadono. Dia menegaskan bahwa Pancasila sejatinya berakar pada nilai humanisme.
“Humanisme adalah inti Pancasila. Nilai ini harus terus dijaga agar kehidupan berbangsa tetap menghormati martabat manusia,” jelasnya.
Dari sisi tantangan ke depan, Analis Hukum Ahli Madya BPIP Andy Apriyanto. menyoroti adanya degradasi nilai Pancasila di tengah masyarakat. Dia menekankan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab membangun karakter Pancasilais yang religius, jujur, toleran, disiplin, dan demokratis sebagai bekal menghadapi masa depan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Untag Surabaya kembali menegaskan identitasnya sebagai Kampus Merah Putih yang konsisten menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan, pembinaan karakter, serta kolaborasi dengan lembaga negara. Sinergi antara Untag Surabaya dan BPIP diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus kokoh dalam ideologi Pancasila.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
