Selain itu, perbaikan dan penyesuaian konstruksi jembatan milik Pemprov akan dilakukan dengan mempertimbangkan kontur tanah dan debit air guna meningkatkan ketahanan infrastruktur.
Khofifah juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana hidrometeorologi. Ia menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilaksanakan pada 5 Desember 2025 hingga 10 Februari 2026 dan diklaim mampu meminimalkan risiko bencana.
Meski demikian, melihat intensitas hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah Jatim, Pemprov berencana berkoordinasi kembali dengan lembaga terkait untuk kemungkinan reaktivasi OMC.
Sementara itu, Bupati Probolinggo M. Haris menyatakan Pemkab terus melakukan penanganan melalui strategi BPBD bertajuk “Gercep Sae” (Gerak Cepat, Terpadu, Berbasis Kecamatan dan Desa). Setiap kecamatan telah memiliki posko bencana dan Forkopimca melakukan koordinasi intensif.
“Kami akan fokus meminimalisir dampak kerusakan. Pemerintah akan terus mendampingi masyarakat, termasuk penanganan kesehatan dan pembangunan kembali jembatan yang putus,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
