Menurutnya, tidak ada prestasi yang lahir secara instan. Setiap anak ditempa melalui latihan teknik dasar, pemahaman taktik, hingga pembentukan mental secara bertahap.
“Semua butuh proses. Kami melatih teknik, taktik, dan mental secara konsisten. Harapannya, mereka tidak hanya jadi pemain bagus, tapi juga pribadi yang tangguh,” ungkapnya.
Pendekatan latihan pun dibuat menyenangkan. Anak-anak didorong untuk tetap mencintai sepak bola tanpa tekanan berlebihan. Filosofi inilah yang membuat para pemain tetap bersemangat datang latihan, meski harus berbagi waktu dengan sekolah dan aktivitas lainnya.
Dengan dukungan manajemen yang solid, pelatih berpengalaman, serta semangat tinggi para pemain muda, SSB Sikatan Muda optimistis mampu terus bersaing di ajang regional maupun nasional.
Dari Lapangan Desa Cemandi yang sederhana, mimpi besar terus dirawat. SSB Sikatan Muda bukan sekadar tempat berlatih sepak bola, tetapi ruang tumbuh bagi generasi muda Sidoarjo untuk belajar disiplin, kerja sama, dan pantang menyerah.
Dan siapa tahu, dari kaki-kaki kecil yang kini berlari mengejar bola, kelak lahir pemain hebat yang mengharumkan nama Sidoarjo di panggung yang lebih tinggi.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
