JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Saat jutaan umat Islam di berbagai penjuru dunia menundukkan kepala dalam doa dan menahan lapar di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kabar mengejutkan datang dari Timur Tengah. Serangan militer Israel dengan dukungan Amerika Serikat ke Iran memicu gelombang keprihatinan global.
Momentum yang semestinya menjadi bulan rahmat dan penguatan spiritual justru dibayangi dentuman konflik bersenjata. Di tengah situasi itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan sikap resminya.
Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan waktu untuk merawat persatuan dan menghadirkan perdamaian dunia.
“Ramadan adalah bulan rahmat bagi seluruh umat manusia. Kesuciannya harus kita jaga dengan menghadirkan keamanan, persatuan, dan perdamaian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/3/2026).
MUI juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut menjadi korban dalam serangan militer gabungan Israel–Amerika pada 28 Februari 2026.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Anwar.
Bagi sebagian umat Islam, kabar tersebut menambah luka di bulan yang identik dengan pengendalian diri dan kedamaian.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
