Dyah juga menyoroti dinamika investasi global yang masih cenderung bersifat “wait and see”, khususnya bagi investor besar dari luar negeri. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga kepercayaan investor, terutama skala kecil dan menengah.
“Kita jaga kepercayaan mereka dengan pelayanan yang baik. Jika ada kendala, kita bantu selesaikan. Itu menjadi promosi efektif agar mereka tetap bertahan dan bahkan mengajak investor lain masuk ke Jatim,” jelasnya.
Menurutnya, iklim investasi yang kondusif menjadi kunci utama untuk menarik lebih banyak investor, baik dari dalam maupun luar negeri, di tengah ketidakpastian global.
“Harapannya, investasi besar juga segera masuk. Tapi yang kecil dan menengah tetap kita rawat, karena itu juga penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
