SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Menjelang perayaan Idulfitri, tradisi penukaran uang baru untuk kebutuhan Lebaran kembali meningkat di tengah masyarakat.
Namun, di balik tingginya permintaan tersebut, aparat kepolisian mengingatkan adanya potensi risiko, mulai dari peredaran uang palsu hingga aksi penipuan.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menukarkan uang di tempat yang tidak resmi. Praktik penukaran uang di pinggir jalan atau melalui jasa tidak berizin dinilai rawan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.
Kapolsek Taman Sidoarjo, Kanisius Franata, menegaskan masyarakat sebaiknya melakukan penukaran uang melalui lembaga resmi seperti bank atau layanan yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan jasa penukaran uang di pinggir jalan. Selain berisiko mendapatkan uang palsu, juga rawan terjadi tindak kejahatan,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Sebagai langkah pencegahan, jajaran Polsek Taman juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik penukaran uang di wilayah Taman, Sidoarjo. Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa keaslian uang yang diperjualbelikan sekaligus memastikan para penukar uang tidak melakukan praktik ilegal yang merugikan masyarakat.
Ia menambahkan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat membawa uang dalam jumlah besar. “Pastikan menukar uang di tempat resmi dan selalu periksa keaslian uang dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang,” tambahnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
