Salah satu sosok yang dikukuhkan, Prof. Sihab Ridwan, membawa cerita panjang dari perjalanan akademiknya hingga menempuh studi doktoral di Inggris. Dalam orasi ilmiahnya, ia menyoroti pentingnya strategi manajemen dalam memperkuat daya saing bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Keberhasilannya juga menjadi kebanggaan daerah asalnya. Bupati Sampang, H. Slamet Djunaidi, yang hadir dalam acara tersebut, tak menyembunyikan rasa harunya.
“Beliau adalah putra daerah yang menginspirasi. Semoga ilmunya membawa manfaat besar, tidak hanya untuk kampus, tetapi juga untuk daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Prof. Erni Puspanantasari Putri tampil dengan fokus berbeda. Ia menekankan pentingnya penguatan industri berkelanjutan, terutama melalui pengembangan UMKM dan klaster industri di Indonesia. Baginya, masa depan industri nasional terletak pada keseimbangan antara inovasi, kinerja, dan keberlanjutan.
Perjalanan akademiknya pun tak kalah mengesankan, dengan puluhan publikasi ilmiah serta berbagai hibah penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah diraih.
Suasana pengukuhan terasa semakin hangat dengan kehadiran keluarga, kolega, dan sivitas akademika. Bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momen penuh kebanggaan, harapan, dan inspirasi.
Kini, dengan 32 profesor yang dimiliki, Untag Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Bukan hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan pemikiran, riset, dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Di balik toga dan gelar akademik itu, tersimpan cerita perjuangan, perubahan, dan harapan yang hari itu terasa begitu hidup di hati semua yang hadir.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
