SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat, jumlah warga yang mengajukan lamaran kerja di ajang Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival 2026 mencapai 3.000 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.920 peserta berhasil tersaring untuk mengikuti tahap walk-in interview dan psikotes. SIL Festival 2026 digelar pada 7-9 April 2026 di Ballroom Grand City.
Kegiatan ini menghadirkan job fair, walk in interview, hingga business matching export sebagai upaya membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Saat ini, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Surabaya berada di angka 4,81 persen dari total angkatan kerja. Angka tersebut ditargetkan turun sesuai RPJMD menjadi 4,48 persen.
“Kami berharap 1.000 lebih pekerja ber-KTP Surabaya bisa diterima dan ditempatkan di perusahaan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, Selasa (21/4/2026).
Tak hanya berhenti pada perekrutan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Hebi menjelaskan bahwa pihak Disperinaker bersama Kadin akan mulai menyusun Rencana Strategis pada 13 April mendatang untuk melakukan pelatihan vokasi dan pendampingan kelayakan ekspor bagi para UMKM.
"Ke depan, tentunya kami akan berkolaborasi dengan banyak pihak, terutama Kadin untuk menuntaskan masalah pengangguran di Kota Surabaya," lanjutnya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan apresiasi tinggi kepada para pelaku usaha yang telah berkomitmen menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja lokal Surabaya dalam rangkaian kegiatan ini.
"Surabaya bisa hebat karena para pelaku usahanya luar biasa. Mereka bersama pemerintah membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda ekonomi. Pembangunan kota tidak mungkin dilakukan sendirian oleh pemerintah tanpa sinergi sektor swasta," tegas Eri.
Dalam momen tersebut, Eri juga menyerahkan penghargaan SIL Award kepada sejumlah perusahaan, salah satunya PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) untuk kategori Perusahaan dengan Hubungan Industrial Harmonis.
Eri juga menyebut keberhasilan pembangunan kota, khususnya dalam menggerakkan roda ekonomi dan menekan angka pengangguran, tidak mungkin dilakukan sendirian oleh pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng sektor swasta atau pengusaha untuk memperkuat roda perekonomian.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
