Wagub Emil Optimistis KUB Bank Jatim Perkuat Daya Saing Bank Daerah

Lukman Hakim
Bank Jatim Gelar Rakerta KUB 2026, fokus transformasi dan digitalisasi. (Foto : Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id –  Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya penguatan Kelompok Usaha Bank (KUB) sebagai strategi transformasi bersama bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar tetap kompetitif di tengah dinamika industri perbankan global.

“KUB harus dipandang bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan strategi transformasi untuk memperkuat daya saing dan akselerasi ekonomi daerah,” ujar Emil, Sabtu (23/5/2026).

Dia berharap KUB PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) dapat menjadi role model nasional dalam membangun kolaborasi sehat dan produktif antarbank daerah, sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Emil, tantangan industri perbankan saat ini semakin kompleks, mulai dari perlambatan ekonomi global, persaingan dengan fintech dan platform digital, perubahan perilaku nasabah, hingga ancaman risiko siber.

“Dalam situasi ini, BPD tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan penguatan skala, kolaborasi, dan sinergi agar tetap relevan dan kompetitif,” katanya.

Emil juga mengapresiasi kinerja Bank Jatim sepanjang Tahun Buku 2025 yang dinilai solid dan resilien. Ia menyoroti pertumbuhan aset, kredit, dana pihak ketiga, hingga laba yang dinilai menunjukkan fondasi kuat untuk akselerasi bisnis ke depan.

Di sektor digital, Bank Jatim juga mencatat capaian positif dengan lebih dari 993 ribu pengguna aplikasi JConnect, nilai transaksi digital mencapai Rp65,77 triliun, serta pertumbuhan transaksi QRIS sebesar 60,76 persen secara year on year.

Sebelumnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim menggelar Rapat Kerja Tahunan 2026 bersama seluruh anggota Kelompok Usaha Bank (KUB) pada 20-21 Mei 2026 di Jakarta.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), perwakilan kepala daerah anggota KUB Bank Jatim, kepala OJK dari masing-masing wilayah anggota KUB, jajaran komisaris dan direksi Bank Jatim, serta pimpinan seluruh anggota KUB.

Adapun anggota KUB Bank Jatim terdiri dari Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank Sultra, Bank NTT, dan Bank Banten. Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, dan transformasi bisnis antarbank daerah dalam menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin dinamis.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, forum tersebut membahas strategi penguatan bisnis, percepatan transformasi digital, peningkatan tata kelola perusahaan, hingga pengembangan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi.

“Melalui rapat kerja tahunan ini, seluruh anggota KUB Bank Jatim berkomitmen memperkuat sinergi bisnis, meningkatkan daya saing, serta mendorong inovasi layanan keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Menurut Winardi, fokus strategi Bank Jatim pada 2026 meliputi penguatan fundamental bisnis, percepatan digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta optimalisasi potensi ekonomi daerah melalui kolaborasi antaranggota KUB.

Selain menjadi forum evaluasi kinerja tahun sebelumnya, rapat kerja tersebut juga menjadi wadah penyusunan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan di seluruh jaringan KUB Bank Jatim.

Beberapa agenda penting yang dibahas antara lain penguatan infrastruktur teknologi informasi, peningkatan operasional, hingga pengembangan layanan digital terintegrasi.

“Skema KUB tidak hanya penting untuk memperkuat struktur permodalan bank daerah, tetapi juga membuka ruang transformasi kelembagaan dan peningkatan daya saing BPD di era digital,” tegas Winardi.

Di sisi lain, Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah OJK, Defri Andri, menilai BPD masih memiliki ketahanan yang solid di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurutnya, hal tersebut tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BPD yang berada di level 26,19 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata industri sebesar 25,09 persen.

“Sinergi bisnis dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan, tetapi juga mampu mendorong sinergi ekonomi antar daerah,” ujarnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network