​​Jelang Iduladha 2026, Harga Sapi Kurban di Jatim Naik hingga Rp10 Juta per Ekor

Lukman Hakim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau ketersediaan sapi kurban di Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Foto : ist.

LAMONGAN, iNewsSurabaya.id – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, harga sapi kurban di Jawa Timur (Jatim) mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. 

Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga sapi hidup naik sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta per ekor, sedangkan harga berdasarkan bobot hidup meningkat sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

Sementara itu, harga kambing dan domba mulai stabil dibanding kondisi akhir 2025 hingga awal 2026. Hewan kurban jenis kambing dan domba yang paling diminati masyarakat berada pada kisaran harga Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, momentum Iduladha tahun ini membawa dampak positif bagi perekonomian peternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sektor peternakan.

“Momentum Iduladha tahun ini cukup membantu perekonomian peternak dan meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Khofifah saat meninjau ketersediaan sapi kurban di Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Minggu (24/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah memastikan ketersediaan dan kesehatan hewan kurban di Jatim dalam kondisi aman dan mencukupi, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jatim, tetapi juga permintaan dari luar daerah.

“Stok hewan kurban cukup, aman, dan sehat. Ini perlu disampaikan kepada publik, bukan hanya untuk Jatim, tetapi juga luar Jatim,” katanya.

Berdasarkan laporan dinas peternakan kabupaten/kota se-Jatim, total ketersediaan ternak kurban tahun 2026 mencapai 2.055.978 ekor. Jumlah itu terdiri atas 629.119 ekor sapi, 940.693 ekor kambing, 484.468 ekor domba, dan 1.698 ekor kerbau.

Sementara itu, proyeksi kebutuhan hewan kurban di Jatim pada Iduladha tahun ini diperkirakan mencapai 427.060 ekor, meliputi 70.550 ekor sapi, 297.900 ekor kambing, 58.600 ekor domba, dan 10 ekor kerbau.

“Dari data tersebut dapat disampaikan bahwa jumlah ternak kurban di Jatim tahun 2026 tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Khofifah juga mengapresiasi Kabupaten Lamongan yang dinilai menjadi salah satu daerah penyangga utama penyediaan ternak di Jatim. Berdasarkan data 2026, populasi ternak di Lamongan mencapai 108.987 ekor sapi potong, 97.288 ekor kambing, 86.319 ekor domba, dan 130 ekor kerbau.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan karena menjadi salah satu daerah dengan ketersediaan sapi terbesar di Jatim,” ujarnya.

Selain memastikan stok dan kesehatan ternak, Khofifah menyoroti meningkatnya semangat masyarakat untuk berkurban di tengah dinamika ekonomi saat ini. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan penjualan hewan kurban tahun ini.

Untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban, Pemerintah Provinsi Jatim menyiapkan ribuan petugas pemeriksa hewan kurban yang bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem maupun post mortem di seluruh kabupaten/kota.

Total petugas yang disiagakan terdiri atas 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat.

Khofifah menegaskan seluruh ternak kurban yang beredar telah mendapatkan pengawasan kesehatan melalui vaksinasi, penerapan biosecurity, serta pengobatan ternak secara berkala.

“Seluruh ternak kurban dipastikan sehat karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity, dan pengobatan ternak di seluruh wilayah Jatim,” tegasnya.

Sementara itu, Pengelola Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Suparto, menjelaskan usaha peternakan tersebut dirintis sejak 2008 melalui bantuan program Sarjana Membangun Desa dari Kementerian Pertanian dengan populasi awal sekitar 20 ekor sapi.

Seiring waktu, usaha peternakan berkembang tidak hanya di sektor sapi potong, tetapi juga ayam petelur, dengan dukungan pembinaan dari pemerintah dan koperasi.

“Kami terus melakukan pembinaan peternak bersama koperasi sehingga usaha ini bisa berkembang sampai sekarang,” ujarnya.

Suparto menambahkan, program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) gratis serta program Inseminasi Buatan (IB) dari Pemprov Jatim turut membantu peningkatan kualitas dan ketersediaan ternak.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network