Tidak hanya berdampak pada usaha miliknya, Yanti juga mengajak warga sekitar untuk ikut membantu proses pencucian dan penyortiran pakaian donasi. Menurutnya, kegiatan tersebut memberi manfaat ganda karena pakaian yang sebelumnya tidak terpakai bisa kembali dimanfaatkan oleh orang lain.
Ia menilai program seperti ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil.
“Kalau ada tambahan pekerjaan seperti ini, kami juga bisa berbagi rezeki dengan tetangga sekitar,” katanya.
Selain menyalurkan pakaian layak pakai, program tersebut juga mendukung akses pendidikan melalui penyaluran buku anak-anak ke Ruang Pintar PNM Prancak Family. Langkah itu dilakukan untuk mendorong budaya membaca di lingkungan masyarakat pemberdayaan.
PNM Cabang Surabaya berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang sebagai bentuk kolaborasi sosial yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi pelaku usaha ultra mikro.
Melalui pemanfaatan pakaian bekas layak pakai, program ini menunjukkan bahwa langkah sederhana dapat menghadirkan dampak luas, mulai dari mengurangi limbah tekstil, membantu masyarakat membutuhkan, hingga mendukung keberlangsungan usaha kecil milik para perempuan pejuang ekonomi keluarga.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
