Pendiri Foodbank of Indonesia, Wida Septarina Wijayanti, menilai dapur komunitas memiliki peran penting dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Selain menjadi tempat berbagi makanan, dapur komunitas juga dinilai mampu mengangkat kembali potensi pangan lokal dan kekayaan rempah Nusantara yang menjadi identitas kuliner Indonesia.
"Melalui dapur komunitas, kami ingin menghidupkan semangat gotong royong sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal dan rempah-rempah Nusantara sebagai bagian dari budaya berbagi di masyarakat," katanya.
Kemeriahan kegiatan semakin terasa saat peserta terlibat langsung dalam sesi memasak bersama. Berbagai menu khas Nusantara disiapkan dan diolah secara kolaboratif oleh para peserta.
Beberapa sajian yang dihadirkan antara lain Sate Goreng Sapi, Semur Daging Jawa, hingga Semur Tahu yang dimasak oleh peserta dari kalangan kader PKK.
Tidak sekadar menghasilkan hidangan untuk disantap bersama, kegiatan tersebut juga menunjukkan bagaimana makanan dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial, memperkuat rasa kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian antarwarga.
Plant Manager Pasuruan PT Heinz ABC Indonesia, Dian Agung Saputra, mengungkapkan keberadaan pabrik di Pasuruan selama lebih dari 40 tahun tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi yang baik antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
"Pabrik ABC di Pasuruan mulai dibangun pada 1984. Selama lebih dari empat dekade, kami menjadi bagian dari perjalanan Kabupaten Pasuruan. Dukungan pemerintah dan masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk terus tumbuh bersama serta memberikan kontribusi positif bagi daerah," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan komunitas dapat terus diperkuat. Sebab, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan makanan, tetapi juga ditentukan oleh kuatnya kepedulian sosial, budaya berbagi, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, kegiatan dapur komunitas di Pasuruan menjadi gambaran bahwa makanan bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga media untuk membangun kebersamaan, mempererat solidaritas, dan menghadirkan harapan bagi banyak keluarga.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
