Tak Mau Lengser dari Takhta, Jatim Waspadai Rival Kuat di LKS Nasional 2026

Saipul Yudi
Jawa Timur menargetkan juara umum LKS Nasional 2026 untuk keempat kalinya secara beruntun. Dindik Jatim menyiapkan war room, simulasi kompetisi, hingga pelatihan berbasis World Skills. Foto iNewsSurabaya.id/saipul

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ambisi Jawa Timur untuk mendominasi ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2026 semakin serius. Setelah sukses meraih gelar juara umum tiga tahun berturut-turut, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur kini mempersiapkan strategi khusus guna mengamankan gelar keempat secara beruntun.

Sebanyak 46 kontingen dari berbagai SMK di Jawa Timur akan bertarung pada 37 bidang lomba dan satu bidang eksibisi dalam ajang bergengsi tingkat nasional yang digelar pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kompetisi akan berlangsung dengan sistem kombinasi daring dan luring.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa mempertahankan posisi puncak bukan perkara mudah. Menurutnya, sejumlah provinsi seperti DKI Jakarta dan Jawa Tengah terus meningkatkan kualitas peserta untuk menggeser dominasi Jawa Timur.

“Kompetitor kita di DKI dan Jawa Tengah melirik Jawa Timur yang masih konsisten di peringkat satu. Kita buktikan dengan kerja keras yang lebih lagi,” ujar Aries, Jumat (29/5).

Aries menilai LKS bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi menjadi indikator keberhasilan pendidikan vokasi dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.

Karena itu, Dindik Jatim menyiapkan berbagai langkah strategis. Mulai dari pembentukan war room LKS Jatim, pelatihan berbasis standar nasional dan World Skills, simulasi kompetisi sedikitnya tiga kali, hingga menggandeng Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai pelatih dan mentor peserta.

Selain aspek teknis, Aries memberikan perhatian khusus pada kesiapan mental peserta. Ia menegaskan bahwa kemampuan siswa Jawa Timur sudah sangat baik, namun faktor mental dan disiplin sering menjadi penentu hasil akhir dalam kompetisi.

“Jangan merasa paling hebat. Yang terpenting adalah bekerja secara maksimal dan disiplin. Mental yang kuat menjadi modal utama saat berhadapan dengan peserta dari daerah lain,” katanya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network