MAGETAN, iNewsSurabaya.id – Sosok Nanik Sudaryati Deyang sebelum ditunjuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sempat keliling ke Magetan. Sikapnya menunjukkan pemimpin yang tegas dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat melakukan evaluasi terhadap 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Nanik tak segan memberikan peringatan keras kepada dapur MBG yang tidak memenuhi standar operasional.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh layanan MBG berjalan sesuai ketentuan keamanan pangan, higienitas, dan tata kelola yang telah ditetapkan pemerintah. Menurut Nanik, keberadaan dapur MBG tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, melainkan harus membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
"Yang turun di sini harus berorientasi sosiopreneur. Ini investasi sosial. Kalau hanya mencari keuntungan, akhirnya muncul dapur-dapur abal-abal yang tidak memenuhi standar dan berisiko menimbulkan masalah, termasuk kasus keracunan," tegas Nanik saat meninjau sejumlah SPPG di Magetan.
Dalam evaluasi tersebut, BGN menemukan sejumlah ketidaksesuaian yang dinilai berpotensi mengganggu kualitas layanan. Salah satunya terkait luas bangunan dapur yang jauh di bawah standar.
Nanik mengungkapkan, terdapat dapur yang hanya memiliki luas sekitar 70 meter persegi, padahal ketentuan yang berlaku mensyaratkan area dapur mencapai 400 meter persegi agar proses produksi makanan dapat berjalan aman dan terkontrol.
"Kita tidak bisa hanya memberi toleransi dan menunggu perbaikan tanpa kepastian. Kalau memang tidak memenuhi standar, harus ada yang ditutup demi menjaga kualitas layanan dan keselamatan penerima manfaat," ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
