Warga Lamongan Diajari Ubah Singkok dan Pisang Jadi Cuan, Pakai Teknologi Modern Bisnis Lebih Laris

Arif Ardliyanto
Telkom University Surabaya melatih warga Desa Banteng Putih, Lamongan, mengolah singkong, ubi, dan pisang menjadi keripik bernilai jual tinggi untuk memperkuat UMKM dan ekonomi desa. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Peserta mendapatkan materi mengenai pemilihan bahan baku berkualitas, standar produksi higienis, hingga strategi pemasaran produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Tak hanya itu, tim Telkom University Surabaya juga memperkenalkan penggunaan teknologi tepat guna untuk mendukung proses produksi. Peralatan yang digunakan meliputi mesin pengiris otomatis, spinner peniris minyak, serta alat sealer kemasan yang membantu meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas produk akhir.

Sesi praktik menjadi bagian yang paling menarik perhatian peserta. Dengan pendampingan langsung dari tim dosen dan mahasiswa, warga mencoba seluruh tahapan produksi secara mandiri.

Mulai dari proses persiapan bahan, pengirisan, penggorengan, penirisan minyak, hingga pengemasan dilakukan secara bertahap agar peserta memahami proses produksi yang baik dan sesuai standar.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Bagi sebagian ibu rumah tangga, pelatihan ini menjadi pengalaman pertama menggunakan peralatan produksi modern yang sebelumnya hanya mereka lihat melalui media sosial atau platform digital.

Pengalaman tersebut membuka wawasan baru bahwa teknologi sederhana dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas usaha rumahan sekaligus memperbesar peluang pemasaran produk.

Program ini juga sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pertumbuhan ekonomi, inovasi industri, serta pola produksi yang bertanggung jawab.

Dengan pengolahan hasil pertanian yang lebih efektif dan modern, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas produk, serta memperluas akses pasar bagi produk UMKM lokal.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dapat menghasilkan dampak nyata bagi penguatan ekonomi lokal. Melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, potensi desa tidak hanya berkembang menjadi usaha produktif, tetapi juga membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang mampu menggerakkan perekonomian daerah secara berkelanjutan.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network