Di Tengah Ledakan AI, Rektor Untag Surabaya Ingatkan Satu Nilai yang Tak Boleh Hilang

Arif Ardliyanto
Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro menegaskan AI dan transformasi digital harus diimbangi karakter, amanah, serta integritas saat menyongsong visi Untag Surabaya 2026. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, hingga persaingan global diprediksi menjadi tantangan terbesar dunia pendidikan pada 2026. Namun, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T. justru mengungkapkan ada faktor yang jauh lebih penting dibanding teknologi.

Pesan itu disampaikan usai dirinya bersama Wakil Rektor I Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog, dan Wakil Rektor II Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA melakukan kunjungan reflektif ke kawasan Sunan Gunung Jati di Cirebon. Perjalanan tersebut menjadi momentum menggali kembali nilai-nilai kepemimpinan yang dinilai tetap relevan di tengah derasnya perkembangan AI.

Menurut Harjo Seputro, teknologi hanyalah alat. Sementara karakter, integritas, dan amanah merupakan fondasi utama agar kemajuan tidak kehilangan arah.

"AI akan terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Tetapi teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai kemanusiaan. Untag Surabaya ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, jiwa patriotisme, dan kepedulian terhadap masyarakat. Itulah bekal menghadapi Indonesia dan dunia pada 2026," tegas Harjo.


Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro menegaskan AI dan transformasi digital harus diimbangi karakter, amanah, serta integritas saat menyongsong visi Untag Surabaya 2026. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Ia menambahkan, kemajuan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari megahnya gedung, banyaknya kerja sama internasional, maupun kecanggihan fasilitas digital. Yang lebih penting adalah bagaimana kampus mampu melahirkan sumber daya manusia yang beretika dan mampu menggunakan ilmunya untuk kemaslahatan.

Salah satu inspirasi yang dibawa dari Cirebon adalah petuah Sunan Gunung Jati, "Ingsun titip tajug lan fakir miskin." Nilai tersebut dinilai masih sangat relevan bagi dunia pendidikan tinggi saat ini.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network