Menurut sebuah pernyataan, Pusat Penanggulangan Disinformasi pemerintah Ukraina menuduh dinas intelijen Rusia menerapkan "rencana untuk melakukan aksi teroris untuk mengobarkan histeria anti-Ukraina" di Rusia.
Invasi Moskow ke Ukraina, serangan terbesar di negara Eropa sejak 1945, telah menyebabkan lebih dari 4,6 juta orang melarikan diri ke luar negeri, membunuh atau melukai ribuan dan membuat Rusia semakin terisolasi di panggung dunia.
Kremlin mengatakan pihaknya meluncurkan "operasi militer khusus" pada akhir Februari untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" Ukraina. Kyiv dan sekutu Baratnya menolak itu sebagai dalih palsu untuk serangan yang tidak beralasan.
Editor : Arif Ardliyanto
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
BERITA POPULER
+
News Update
