SUPANGAT, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., WAKIL REKTOR II UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 (UNTAG) SURABAYA
Sepak bola selalu menghadirkan cerita yang lebih besar daripada sekadar angka di papan skor. Di balik sorak-sorai kemenangan dan kekecewaan akibat kekalahan, tersimpan nilai-nilai kehidupan yang sering kali terlupakan. Final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina menjadi contoh nyata bahwa olahraga bukan hanya tentang siapa yang mengangkat trofi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah proses dijalani dengan penuh dedikasi.
Keberhasilan Spanyol menaklukkan Argentina di partai puncak menunjukkan bahwa kesuksesan tidak pernah lahir secara instan. Gelar juara merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dipenuhi latihan, disiplin, konsistensi, serta kemampuan membangun kerja sama tim. Dalam sepak bola modern, kualitas individu memang penting, tetapi kekompakan kolektif menjadi pembeda yang menentukan hasil akhir.
Pandangan tersebut juga disampaikan Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA. Menurutnya, kemenangan Spanyol bukanlah sebuah kebetulan. Sebelum laga berlangsung, ia telah melakukan analisis yang menunjukkan peluang Spanyol lebih besar berkat permainan yang stabil, mental bertanding yang kuat, dan organisasi tim yang rapi. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap prediksi tetaplah analisis berdasarkan data, bukan jaminan mutlak atas hasil pertandingan.
Sikap ini menarik untuk dicermati. Di tengah era media sosial yang dipenuhi klaim sepihak dan euforia berlebihan, pendekatan berbasis analisis justru mengajarkan pentingnya berpikir objektif. Ketika prediksi terbukti benar, tidak ada ruang untuk menyombongkan diri. Sebaliknya, yang patut diapresiasi adalah proses panjang yang telah dilalui sang juara.
Di sisi lain, kekalahan Argentina tidak seharusnya dimaknai sebagai kegagalan total. Tim berjuluk Albiceleste tetap menunjukkan karakter kuat dengan memberikan perlawanan hingga menit-menit akhir. Mereka membuktikan bahwa sportivitas dan semangat pantang menyerah merupakan bagian penting dari identitas sebuah tim besar.
Inilah wajah sepak bola yang sesungguhnya. Kompetisi memang melahirkan pemenang dan pihak yang kalah, tetapi keduanya sama-sama berkontribusi menghadirkan pertandingan yang berkualitas. Tanpa lawan yang tangguh, kemenangan tidak akan memiliki makna yang mendalam.
Pelajaran paling berharga justru muncul dari perbedaan karakter permainan kedua negara. Spanyol tampil dengan penguasaan bola dan organisasi permainan yang disiplin, sementara Argentina mengandalkan determinasi, kreativitas, dan semangat juang. Perbedaan itu tidak menjadi alasan untuk saling merendahkan, melainkan memperkaya kualitas pertandingan. Dari sinilah nilai humanisme dalam olahraga menemukan relevansinya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
