Khofifah Ungkap Dugaan Penyebab Keracunan MBG Sidoarjo

Lukman Hakim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto : istimewa).

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengungkap dugaan penyebab munculnya masalah pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo. 

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah keterlambatan pengiriman makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke titik penerima manfaat.

Khofifah mengatakan, dari 18 unit penerima manfaat yang mendapatkan makanan dari SPPG yang sama, sebagian besar berjalan dengan baik. Namun, persoalan ditemukan pada titik yang menerima makanan dengan waktu pengiriman lebih lambat.

Menurut Khofifah, terdapat perbedaan waktu antara proses memasak dan pengiriman makanan. Makanan yang selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB dan dikirim pukul 07.00 WIB dapat dikonsumsi sekitar pukul 10.00 WIB tanpa masalah.

Namun, kondisi berbeda terjadi ketika makanan baru dikirim sekitar pukul 11.00 WIB atau lebih. Makanan tersebut kemudian dikonsumsi penerima manfaat sekitar pukul 12.30 hingga 13.00 WIB. "Inilah yang kemudian ditemukan ada masalah," ujar Khofifah, Rabu (2/9/2026).

Khofifah menegaskan evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh. Monitoring dan pengawasan tidak hanya ditujukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN), tetapi juga SPPG yang bersangkutan.

Menurutnya, makanan dimasak dengan bahan dan format yang sama. Perbedaan ditemukan pada waktu pengiriman ke penerima manfaat.

"Di masak yang sama, dengan format yang sama, tapi ada yang pengirimannya itu relatif lebih awal dan itu aman. Tapi ketika kemudian pengirimannya terlambat, ini yang kemudian menjadikan masalah," katanya.

Di sisi lain, Khofifah memastikan kondisi para siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan MBG terus membaik. Saat melakukan pemantauan di Rumah Sakit Siti Hajar, terdapat 27 pasien yang masih menjalani perawatan. Sebanyak 24 pasien disebut sudah dinyatakan dapat pulang.

Ia mengatakan keluhan yang sebelumnya dirasakan pasien berupa mual dan pusing sudah berangsur hilang. Terkait biaya perawatan, Khofifah menyebut pembiayaan ditanggung sesuai arahan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network