BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan selatan Grajagan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (20/7/2026). Sebuah kapal nelayan kayu jenis slerek mini bernama Inovasi terbalik di pintu masuk Muara Plawangan, Pantai Grajagan, saat hendak kembali dari melaut.
Insiden tersebut mengakibatkan dua anak buah kapal (ABK) meninggal dunia, sementara dua ABK lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Tim gabungan bersama nelayan setempat masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Kapal diketahui membawa total 35 ABK usai mencari ikan di perairan selatan Banyuwangi. Saat memasuki pintu Muara Plawangan, kapal diduga kandas sebelum dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terguling dan terbalik.
Komandan Pos Angkatan Laut (Posal) Grajagan, Peltu Andik K, membenarkan kecelakaan yang menimpa kapal nelayan tersebut.
"Dua ABK berhasil ditemukan, namun keduanya sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sementara dua ABK lainnya hingga kini masih dalam pencarian bersama personel Posal Grajagan dan nelayan setempat," ujarnya.
Korban yang ditemukan meninggal dunia langsung dievakuasi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lama Grajagan. Jenazah kemudian menjalani proses identifikasi sambil menunggu kedatangan keluarga.
Sementara itu, bangkai Kapal Inovasi masih berada dalam kondisi terbalik di pintu masuk Muara Plawangan. Hingga Senin siang, kapal belum bisa dievakuasi karena ombak di lokasi masih cukup tinggi sehingga membahayakan proses penyelamatan.
Nahkoda Kapal Inovasi, Mamat (35), warga Dusun Kampungbaru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, mengaku gelombang besar datang secara tiba-tiba ketika kapal akan memasuki jalur Plawangan setelah selesai melaut.
"Gelombang besar datang saat kapal hendak masuk ke Plawangan. Kapal langsung terguling dan terbalik," katanya.
Mamat menjelaskan, dari total 35 ABK yang berada di atas kapal, sebagian besar berhasil menyelamatkan diri. Namun, dua orang meninggal dunia dan dua lainnya hingga kini belum ditemukan.
Petugas gabungan yang terdiri dari Posal Grajagan bersama nelayan terus menyisir area sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Proses pencarian masih berlangsung dengan memantau kondisi cuaca dan gelombang yang masih tinggi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi pintu masuk Muara Plawangan yang dikenal memiliki arus kuat dan gelombang tinggi, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
