Tak hanya mencatat kenaikan volume peti kemas, peningkatan layanan juga dirasakan langsung oleh perusahaan pelayaran yang beroperasi di Merauke.
Kepala Operasi PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Merauke, Tony Bijaksono, mengungkapkan bahwa tambahan peralatan operasional dari Pelindo mampu mengurangi kepadatan aktivitas di pelabuhan sekaligus mempercepat proses bongkar muat.
"Pada Semester I Tahun 2026, kami memang melihat adanya lonjakan muatan yang berdampak pada semakin padatnya aktivitas lapangan dan antrean kapal. Namun, kehadiran peralatan operasional baru dari Pelindo sangat membantu kelancaran di area depo maupun saat bongkar muat. Dampaknya sangat terasa, port stay time yang sebelumnya sekitar 55 jam kini turun menjadi 47 jam. Proses pelayanan menjadi jauh lebih cepat, aman, dan efisien," jelas Tony.
Pelindo menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara operator terminal, perusahaan pelayaran, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran rantai pasok di Papua Selatan.
Ke depan, PT Pelindo Terminal Petikemas akan terus memperkuat pelayanan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, modernisasi infrastruktur, serta pengembangan fasilitas operasional. Langkah ini diharapkan mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif sekaligus memperkuat peran TPK Merauke sebagai gerbang logistik utama di wilayah Papua Selatan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
