Selain memberikan penyuluhan, tim juga mengajak peserta berkomitmen menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar pola makan sehat, aktivitas fisik yang sesuai bagi remaja, hingga cara mengenali gejala awal diabetes.
"Melalui kegiatan ini kami berharap generasi muda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan diabetes sehingga mampu menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menekan risiko diabetes di masa depan. Kami ingin generasi muda menjadi pelopor gaya hidup sehat di lingkungan keluarga maupun masyarakat," ujar perwakilan TIM Keperawatan Gawat Darurat II STIKES Hang Tuah Surabaya, Sri Anik Rustini.
Sementara itu, Dr. Setiadi, menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
"Pengetahuan menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku hidup sehat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih mampu mencegah diabetes melalui kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Gisik Cemandi," katanya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga yang mengikuti penyuluhan. Diskusi berlangsung interaktif, mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pencegahan penyakit tidak menular, khususnya diabetes.
Melalui kegiatan ini, TIM Keperawatan Gawat Darurat II STIKES Hang Tuah Surabaya berharap edukasi kesehatan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih sehat sehingga angka kejadian diabetes dapat ditekan dan tercipta generasi yang sehat, produktif, serta berkualitas.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
