Bikin Bangga Jatim, Pelabuhan di Gresik Ini Kalahkan Pelabuhan Se-Indonesia, Begini Respons Zulhas

Arif Ardliyanto
TUKS Petrokimia Gresik dinobatkan sebagai Pelabuhan Terbaik Nasional GSPI ASRI 2026 dengan predikat Bintang 5 Green and Smart Port berkat transformasi digital dan ramah lingkungan. (Foto iNewsSurabaya.id/Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik Petrokimia Gresik mencatatkan prestasi membanggakan di sektor kepelabuhanan nasional. Pelabuhan milik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu berhasil meraih predikat Pelabuhan Terbaik Nasional dalam ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 berkat keberhasilannya menerapkan konsep pelabuhan yang modern, ramah lingkungan, dan berbasis digital.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pada puncak acara GSPI ASRI 2026 yang digelar di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir, di antaranya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, serta Wakil Menko Pangan Hanif Faisol Nurofiq.

Dalam asesmen Green and Smart Port, TUKS Petrokimia Gresik berhasil memperoleh predikat Bintang 5 dengan nilai 94 persen. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun 2022 yang berada di level 82 persen, sekaligus menempatkannya sebagai pelabuhan dengan implementasi Green and Smart Port terbaik di Indonesia.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh menggunakan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023, yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional dalam pengelolaan pelabuhan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pelabuhan memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran distribusi pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan produksi pangan harus didukung sistem logistik yang efisien agar mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

"Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi pilihan, tetapi menjadi keharusan," ujar Zulhas.

Ia menambahkan, GSPI ASRI bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus menyempurnakan program tersebut melalui peningkatan instrumen penilaian, penguatan aspek ASRI, serta memperluas partisipasi pelabuhan dari berbagai daerah.

Usai penyerahan penghargaan, Menko Zulhas bersama jajaran kementerian meninjau sejumlah fasilitas di TUKS Petrokimia Gresik yang menampilkan implementasi teknologi digital, keselamatan kerja, efisiensi operasional, dan prinsip keberlanjutan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam membangun sistem kepelabuhanan yang tidak hanya unggul dari sisi operasional, tetapi juga mengedepankan inovasi, keselamatan, dan keberlanjutan.

Menurutnya, pelabuhan memiliki fungsi strategis untuk memastikan kelancaran pasokan bahan baku industri sekaligus mendukung distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia dalam rangka memperkuat kedaulatan pangan nasional.

"Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja keras seluruh insan Petrokimia Gresik serta dukungan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan pengelolaan pelabuhan yang semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing," kata Daconi.

Sementara itu, SVP Pengelolaan Pergudangan dan Pelabuhan Petrokimia Gresik, Boy Cahyo Prihanto, menjelaskan bahwa transformasi pelabuhan dilakukan melalui berbagai inovasi di bidang energi dan digitalisasi.

Di sektor energi, perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Energi, memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), memasang capacitor bank untuk meningkatkan efisiensi kelistrikan, menggunakan kendaraan operasional berbasis motor listrik, hingga mengoperasikan crane bongkar muat yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.

Dari sisi digitalisasi, Petrokimia Gresik mengembangkan aplikasi Petroport, sebuah platform terintegrasi yang mengelola seluruh proses operasional pelabuhan mulai dari perencanaan, pemantauan hingga pengendalian aktivitas secara real time.

AVP Perencanaan dan Pengendalian Pelabuhan, Bagusranu Wahyudi Putra, menyebut Petroport menjadi salah satu fondasi utama penerapan Green and Smart Port karena mampu meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mengurangi penggunaan dokumen kertas melalui sistem paperless.

Tak hanya mengandalkan transformasi digital, perusahaan juga menjalankan berbagai program keberlanjutan, seperti Rumah Kompos yang mengolah limbah organik menjadi pupuk serta program penghijauan di kawasan dermaga guna menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih asri.

Bagusranu menambahkan, inovasi Petroport bahkan pernah dipamerkan pada ajang Hannover Messe 2023 di Jerman sebagai bentuk pengakuan internasional atas transformasi digital yang dilakukan Petrokimia Gresik.

Penghargaan GSPI ASRI 2026 menjadi pencapaian penting yang semakin memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai pelopor transformasi pelabuhan hijau dan cerdas di Indonesia, sekaligus mendukung terciptanya sistem logistik nasional yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network