Salat Duha Berjamaah Jadi Rutinitas Siswa SMPN 55 Surabaya

Andika
Ratusan siswa SMPN 55 Surabaya rutin Salat Duha berjamaah setiap hari. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – SMP Negeri 55 Surabaya membiasakan salat duha berjamaah sebagai bagian dari program pendidikan karakter. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa Muslim ini bertujuan menanamkan nilai spiritual, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia sejak dini.

Kepala SMP Negeri 55 Surabaya, Nur Diana Dewi, S.Pd., mengatakan salat duha tidak hanya menjadi ikhtiar memohon rezeki, tetapi juga keberkahan berupa ilmu, kesehatan, kemudahan belajar, dan kebaikan lainnya.

"Setelah salat duha, siswa dibiasakan beristighfar, mendoakan orang tua agar dimudahkan rezekinya, mendoakan diri sendiri agar diberi kemudahan belajar, serta mendoakan bapak dan ibu guru," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Menurut Nur Diana, pembiasaan salat duha berjamaah berdampak positif terhadap pembentukan karakter siswa. Selain meningkatkan kedisiplinan beribadah, kegiatan tersebut juga membantu mengendalikan emosi, membentuk sikap disiplin, dan membiasakan perilaku positif di sekolah maupun di rumah.

Usai salat duha, guru memberikan pengarahan singkat berisi nasihat, motivasi, evaluasi perilaku, serta penguatan akhlak dan kedisiplinan.

Saat ini SMP Negeri 55 Surabaya memiliki 519 siswa, termasuk 20 siswa inklusi. Seluruh siswa Muslim mengikuti salat duha berjamaah, sedangkan siswa non-Muslim berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing.


Ratusan siswa SMPN 55 Surabaya rutin Salat Duha berjamaah setiap hari. (Foto : Andika).

"Kami tidak membedakan siswa. Yang Muslim melaksanakan salat duha, sedangkan yang non-Muslim berdoa di tempat yang telah disediakan," katanya.

Nur Diana menjelaskan, program salat duha berjamaah juga diterapkan di sejumlah SMP negeri di Surabaya. Namun, SMP Negeri 55 Surabaya dapat melaksanakan kegiatan tersebut secara serentak karena didukung lapangan yang luas.

Selain sebagai sarana ibadah, salat duha dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi sekolah, mengingatkan tata tertib, melakukan refleksi, dan memperkuat pembinaan karakter siswa.

Ia juga mengajak orang tua untuk mendukung pembiasaan ibadah di rumah dengan memberikan teladan kepada anak.

"Orang tua tidak cukup hanya mengingatkan, tetapi juga harus memberi contoh. Keteladanan dari keluarga akan memperkuat kebiasaan beribadah anak," tuturnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network