Tren Ngopi Jadi Peluang, Pelaku F&B Didorong Kembangkan Menu Pendamping

Lukman Hakim
Indomilk Bakepreneur Roadshow bertajuk The Art of Curated Bite-Sized Pastries x Coffee Pairing digelar di Sky Lounge, The Westin Surabaya. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – PT Indolakto, entitas anak PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, mendorong pelaku industri makanan dan minuman (F&B) untuk memperkuat inovasi produk di tengah meningkatnya biaya bahan baku dan perubahan tren konsumsi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Indomilk Bakepreneur Roadshow bertajuk The Art of Curated Bite-Sized Pastries x Coffee Pairing yang digelar di Sky Lounge, The Westin Surabaya. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian roadshow yang sebelumnya diselenggarakan di Bandung, Bali, Semarang, dan Medan.

General Manager Cold Chain PT Indolakto, Adryan Widodo, mengatakan tren konsumsi kopi yang terus tumbuh menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan nilai penjualan melalui inovasi menu pendamping.

Berdasarkan survei Jakpat 2025, sebanyak 46 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi kopi setiap hari. Kondisi tersebut menunjukkan budaya minum kopi tetap bertahan meski daya beli masyarakat menghadapi tekanan.

"Sinergi antara sajian makanan berkualitas dan kebiasaan minum kopi masyarakat merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan pelaku usaha," ujar Adryan, Kamis (30/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai strategi pengembangan menu, efisiensi biaya produksi, hingga pemanfaatan bahan baku lokal sebagai alternatif produk impor.

President Indonesia Pastry and Bakery Society sekaligus Guest Pastry Chef, Louis Tanuhadi, mengatakan tantangan terbesar industri kuliner saat ini adalah menjaga kualitas produk sekaligus mempertahankan keuntungan di tengah kenaikan harga bahan baku.

Menurutnya, inovasi menu dan optimalisasi penggunaan bahan baku lokal menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing industri.

"Pelaku usaha harus mampu menghadirkan diferensiasi menu sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas produk," katanya.

Pada sesi demonstrasi, Chef Louis menampilkan berbagai kreasi pastry seperti Lemon Raspberry Madeleine, Orange Cacao Spice Bread, Tiramichoux, Chocolate Sablé Cookie Caramel, Gluten-Free Moringa Financier, hingga Quiche Soto Ayam yang memadukan cita rasa lokal dengan teknik pastry modern.

Sementara itu, Chef de Cuisine Magnolia Restaurant, Bagus Triandono, menghadirkan dua kuliner khas Surabaya, yakni Rawon Wagyu dan Tahu Tek, dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan cita rasa autentiknya.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kuliner khas Surabaya dapat terus berkembang melalui inovasi tanpa kehilangan identitasnya," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, Sky Lounge The Westin Surabaya akan menghadirkan program Dessert Galore pada 1 Agustus hingga 30 September 2026. Program ini menyajikan berbagai bite-sized pastry yang dipadukan dengan kopi sebagai bagian dari tren coffee pairing.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network