Harga Emas Bikin Bingung, Fenomena Tak Biasa Terjadi Tahun 2026, Prediksinya Makin Sulit Ditebak

Arif Ardliyanto
Harga emas masih menunjukkan fenomena yang tak biasa. Pegadaian Surabaya menyebut prediksi emas kini semakin sulit dan mengimbau masyarakat menahan emas serta memanfaatkan momen untuk membeli. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pergerakan harga emas menjadi perhatian para investor. Setelah sempat turun dari level tertinggi pada awal tahun, harga logam mulia kini bergerak lebih stabil. Namun di balik stabilitas tersebut, muncul fenomena yang dinilai cukup tidak biasa.

Kepala Departemen Pegadaian Area Surabaya 1 Kanwil PT Pegadaian XII, Adi Prasetyo, mengungkapkan bahwa kondisi pasar emas saat ini justru semakin sulit diprediksi. Berbagai faktor global membuat arah pergerakan harga tidak lagi mudah ditebak seperti sebelumnya.

"Kalau melihat kondisi sekarang, prediksi harga emas memang menjadi semakin sulit. Ada fenomena yang agak aneh karena di tengah berbagai dinamika ekonomi global, harga emas justru bergerak relatif stabil dalam dua minggu terakhir. Biasanya kondisi seperti ini memicu pergerakan yang lebih tajam, tetapi sekarang berbeda," ujar Adi.

Menurutnya, harga emas memang sempat mengalami koreksi setelah menyentuh level tertinggi pada awal tahun. Namun dalam beberapa pekan terakhir, harga cenderung bertahan di kisaran yang sama sehingga memberikan sinyal positif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi.

"Harga emas yang lalu memang sempat turun. Namun dalam dua minggu terakhir sudah relatif stabil di harga sekarang," katanya.

Adi mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menjual emas hanya karena sempat mengalami penurunan harga. Menurutnya, investasi emas tetap lebih menguntungkan jika dilakukan dengan perspektif jangka panjang.

"Emas yang sudah dimiliki jangan dijual. Justru ini menjadi kesempatan membeli emas baru ketika harga masih berada di bawah level tertingginya," tegasnya.

Ia menjelaskan, fluktuasi harga emas merupakan hal yang lumrah karena dipengaruhi berbagai faktor internasional, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral, kondisi geopolitik, hingga permintaan pasar dunia.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network