Untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), Meta Business Agent terintegrasi langsung dengan aplikasi WhatsApp Business. Agen AI tersebut dapat dilatih untuk memahami informasi spesifik mengenai bisnis yang dijalankan.
Sejumlah fungsi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha antara lain menjawab pertanyaan pelanggan, memberikan rekomendasi berdasarkan katalog produk, menjadwalkan janji temu, mengidentifikasi calon pelanggan, hingga membantu proses penjualan.
Jika pelanggan membutuhkan penanganan lebih lanjut, percakapan juga dapat dialihkan kepada anggota tim bisnis.
Kemampuan tersebut dinilai dapat membantu UKM yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, terutama ketika pelanggan menghubungi bisnis di luar jam operasional.
Salah satu pengguna di Indonesia adalah Mastung, agensi kreatif digital yang beroperasi secara nasional. Setelah menggunakan Meta Business Agent, perusahaan tersebut mencatat kenaikan penjualan hingga 65,4 persen karena pelanggan tetap dapat dilayani ketika tim penjualan sedang tidak bekerja.
Pemilik Mastung, Untung Surapati, mengatakan teknologi tersebut membantu bisnisnya menjawab kebutuhan pelanggan tanpa harus memiliki tim yang bekerja sepanjang waktu.
“Meta Business Agent membantu kami mengatasi tantangan tersebut dengan melanjutkan percakapan saat tim kami berada di luar jam operasional—baik di malam hari maupun akhir pekan, mulai dari menjawab pertanyaan pelanggan hingga membantu pelanggan menyelesaikan pembelian,” ujarnya.
Percakapan Pelanggan Naik 250 Persen
Dampak serupa juga dirasakan Queensi, brand kecantikan dan kesehatan di bawah Sastro Group. Pemanfaatan Meta Business Agent membuat brand tersebut mampu menangani 250 persen lebih banyak percakapan pelanggan dibandingkan sebelumnya.
Menariknya, peningkatan volume percakapan tersebut dapat dilakukan tanpa menambah jumlah staf. Tingkat konversi penjualan juga tetap dipertahankan.
Founder & CEO Sastro Group, Mega Putra Md, mengatakan Meta Business Agent turut membantu strategi penjualan Queensi.
“Meta Business Agent juga membantu meningkatkan upselling ke paket yang lebih tinggi pada 60 persen pelanggan,” tuturnya.
Meta Business Agent Bisa Diintegrasikan dengan Sistem Bisnis
Tak hanya menyasar UKM, Meta juga menyediakan Meta Business Agent Platform untuk perusahaan berskala besar.
Platform tersebut memungkinkan perusahaan membangun dan menyesuaikan agen AI sesuai kebutuhan, kemudian menghubungkannya dengan sistem bisnis yang telah digunakan.
Sejumlah platform yang dapat diintegrasikan antara lain Shopify, Zendesk, dan Shopee. Dengan dukungan WhatsApp Business Platform, perusahaan dapat mengelola layanan pelanggan berbasis AI dengan skala yang lebih besar.
Salah satu perusahaan yang telah mengadopsi teknologi tersebut adalah Paragon. Perusahaan ini memanfaatkan Meta Business Agent Platform untuk DermaScalp Expert (DSE), brand perawatan rambut dan kulit kepala di bawah naungannya.
Melalui agen AI tersebut, pelanggan dapat memperoleh konsultasi yang lebih personal, rekomendasi produk sesuai kebutuhan, hingga pendampingan dalam proses pembelian.
Chief Technology Officer Paragon Corp, Risman Adnan, mengatakan kebutuhan perawatan rambut dan kulit kepala setiap konsumen berbeda sehingga layanan yang diberikan perlu disesuaikan.
“Dengan Meta Business Agent Platform di WhatsApp Business Platform untuk merek DermaScalp Expert (DSE), kami menghadirkan keahlian hair scientist kami dan konsultasi yang dipersonalisasi, rekomendasi produk, serta jalur pembelian yang lancar ke dalam satu pengalaman yang terhubung,” katanya.
WhatsApp Siapkan Fitur Pencarian Bisnis Berbasis AI
WhatsApp juga menyiapkan cara baru bagi pengguna untuk menemukan bisnis yang telah menggunakan Meta Business Agent.
Dalam waktu dekat, pengguna dapat mencari nama bisnis melalui kolom Search di WhatsApp maupun membagikan kontak bisnis tersebut kepada teman dan keluarga.
Secara global, lebih dari 1 juta bisnis disebut telah menggunakan Meta Business Agent di WhatsApp dan Messenger setiap minggunya.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi antara konsumen dan pelaku usaha semakin bergeser ke layanan berbasis percakapan. Bagi bisnis, kecepatan merespons menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga pengalaman pelanggan sekaligus membuka peluang transaksi.
Dengan kehadiran Meta Business Agent, WhatsApp mencoba memperluas fungsi aplikasi perpesanan menjadi kanal layanan bisnis yang mampu bekerja sepanjang hari, termasuk ketika pemilik usaha maupun tim penjualan sedang tidak berada di tempat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
