Karena itu, ia berharap Muktamar ke-35 NU tidak hanya menghasilkan pergantian kepemimpinan ataupun keputusan organisasi.
Forum tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat ta’awun sebagai kekuatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Ta’awun NU Harus Menjangkau Seluruh Elemen Bangsa
Gus Yahya menegaskan bahwa semangat saling membantu tidak boleh berhenti di lingkungan internal warga Nahdlatul Ulama.
Prinsip tersebut, menurut dia, harus dikembangkan menjadi gerakan sosial yang dapat melibatkan seluruh komponen bangsa.
“Bukan hanya warga Nahdlatul Ulama saja,” ujarnya.
Ia menyebut keberadaan ribuan delegasi dari berbagai daerah dalam Muktamar ke-35 menjadi gambaran besarnya kekuatan sosial yang dimiliki NU.
Besarnya jumlah warga NU sekaligus menjadi amanah yang tidak ringan bagi organisasi.
“Warga Nahdlatul Ulama di Indonesia ini jumlahnya kira-kira 57 persen dari seluruh penduduk muslim di Indonesia,” kata Gus Yahya.
Dengan jumlah penduduk muslim Indonesia yang disebut mencapai sekitar 244 juta jiwa, Gus Yahya memperkirakan jumlah warga NU berada di atas 120 juta orang.
“Ini adalah konstituensi yang sangat besar dan sekaligus tanggung jawab yang luar biasa besar,” ujarnya.
NU Diminta Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah
Besarnya tanggung jawab tersebut membuat NU, kata Gus Yahya, tidak dapat berjalan sendiri jika ingin memberikan manfaat yang lebih nyata kepada masyarakat.
Karena itu, PBNU memandang kerja sama dengan pemerintah sebagai bagian penting dari upaya memperluas manfaat organisasi.
NU diharapkan tidak hanya menjadi mitra pemerintah secara kelembagaan, tetapi juga mampu menjadi penghubung antara berbagai kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
“Tidak ada jalan lain bahwa organisasi ini harus bekerja sama dengan pemerintah,” tegas Gus Yahya.
Kerja sama tersebut, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui koordinasi berbagai program dan ikhtiar NU dengan agenda pemerintah.
Dengan pola tersebut, NU diharapkan dapat ikut memastikan program yang dirancang pemerintah benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat.
Kapasitas Kader NU Jadi Sorotan
Gus Yahya juga menyoroti pentingnya meningkatkan kemampuan para pengurus dan kader NU.
Menurutnya, pengurus NU di berbagai tingkatan perlu memiliki kapasitas yang memadai agar mampu menjadi penghubung yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.
“Bagaimana ke depan para pengurus NU dapat dikembangkan kinerjanya, dikembangkan kapasitasnya, sehingga akan menjadi penghantar yang lebih efektif dalam membantu membawakan manfaat dari program-program dan agenda pemerintah untuk rakyat kepada rakyat,” tuturnya.
Ia berharap pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang menjadi awal dari penguatan peran tersebut.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Gus Yahya juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan Muktamar ke-35 membawa keberkahan bagi NU, pemerintah, dan seluruh masyarakat Indonesia.
“Kami berharap Bapak Presiden membuka Muktamar ini dan mudah-mudahan menjadi berkah kita semua,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
