Untuk mengatasinya, sekolah didorong melakukan perencanaan kebutuhan secara lebih matang, efisiensi penggunaan bahan, pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan fasilitas bersama, serta membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Dindik Jatim menetapkan enam indikator kinerja utama dalam pengembangan Double Track, yakni kompetensi, produk unggulan, pasar, transaksi, kemitraan, dan alumni. “Kami berharap hasil monev tersebut segera ditindaklanjuti oleh sekolah,” pungkas Aries.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
