Tak Cukup Ciptakan Karya, Kampus Surabaya Bongkar Cara Melindungi Inovasi Dosen dan Mahasiswa

Arif Ardliyanto
UWP Surabaya menggelar workshop pendaftaran desain industri untuk membekali dosen dan mahasiswa memahami perlindungan hukum atas karya inovatif. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kreativitas di lingkungan kampus tidak cukup berhenti pada lahirnya sebuah karya. Ketika sebuah inovasi memiliki nilai ekonomi dan potensi untuk dikembangkan, perlindungan hukum menjadi langkah penting agar karya tersebut tidak mudah ditiru atau diklaim pihak lain.

Hal inilah yang didorong Universitas Wijaya Putra (UWP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dengan menggelar Workshop Penyusunan Draft dan Dokumen Pendaftaran Desain Industri di Kampus UWP Benowo, Surabaya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Fasilitasi Sentra Kekayaan Intelektual Hibah DRPM DIKTI Tahun 2026. Workshop dibuka Rektor UWP Dr. Budi Endarto, M.Hum., didampingi Kepala LPPM UWP Prof. Dr. Nugroho Mardi Wibowo, M.Si.

Puluhan dosen dan mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan bagian dari civitas akademika yang menghasilkan berbagai karya inovatif dan dinilai memiliki peluang untuk mendapatkan perlindungan melalui pendaftaran desain industri.


UWP Surabaya menggelar workshop pendaftaran desain industri untuk membekali dosen dan mahasiswa memahami perlindungan hukum atas karya inovatif. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

Rektor UWP Dr. Budi Endarto mengatakan perlindungan kekayaan intelektual tidak seharusnya dipandang sebagai urusan administratif semata. Menurutnya, pemahaman mengenai perlindungan hukum harus berjalan beriringan dengan proses penciptaan dan pengembangan inovasi di perguruan tinggi.

"Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya workshop ini. Perlindungan kekayaan intelektual, khususnya desain industri, adalah fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi di perguruan tinggi," ujarnya.

Ia menegaskan, dosen dan mahasiswa tidak cukup hanya menghasilkan karya atau mempublikasikan hasil inovasi. Karya tersebut juga perlu diamankan melalui mekanisme hukum yang sesuai.

"Kami tidak ingin dosen dan mahasiswa UWP hanya berhenti pada kreativitas publikasi. Lebih dari itu, mereka harus paham betul bagaimana mengamankan karya tersebut secara hukum," kata Budi.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network